Melawi- Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla., didampingi Kasat Lantas Polres Melawi AKP Pipit Supriyatna, S.H., mengunjungi peternakan madu Trigona atau madu kelulut “Ratu Madu Borneo” yang berada di Desa Tanjung Lay Km 5, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Minggu (18/1/2025).
Dalam kunjungan ini, Kapolres Melawi turut merasakan langsung pengalaman memanen madu kelulut, mulai dari proses penyedotan madu pada log sarang hingga merasakan keasliannya.
Kapolres Melawi mengapresiasi usaha mandiri oleh masyarakat dan komitmennya untuk mendukung pemanfaatan madu kelulut, khususnya bagi kesehatan personel Polres Melawi.
“Langsung ke peternakan, kami akan bekerja sama untuk mengonsumsi madu kelulut bagi anggota dan PJU Polres Melawi sebagai upaya meningkatkan kesehatan, kami juga akan membantu memasarkan madu kelulut ini melalui Koperasi Polres Melawi,” ujar AKBP Harris Batara Simbolon.
Ia menambahkan, siap membantu pemasaran apabila produksi madu kelulut semakin meningkat.
“Apabila nanti panen semakin banyak, bisa didorong ke tempat kami agar anggota Polres Melawi dapat ikut mengonsumsi madu kelulut ini secara rutin,” tambahnya.
H. Edward Ruslan Gea kerap disapa H. Edu selaku pemilik peternakan “Ratu Madu Borneo” menjelaskan bahwa usaha ternak madu kelulut miliknya telah dirintis sejak tahun 2021. Bermula dari kebutuhan pribadi untuk pengobatan.
“Awalnya saya fokus mengambil madu hanya untuk konsumsi sendiri sebagai pengobatan. Namun seiring waktu, saya merasa sayang dan melihat ada potensi besar untuk dikembangkan. Hingga saat ini, jumlah log sarang kelulut yang saya miliki sudah mencapai kurang lebih 200 log,” jelasnya.
H. Edu juga menceritakan pengalaman pribadinya merasakan manfaat madu kelulut bagi kesehatan, terutama saat dirinya menderita penyakit diabetes.
“Saya dulu mengidap diabetes. Selama lebih dari dua bulan saya hanya terbaring lemah. Salah satu pengobatan yang disarankan adalah mengonsumsi madu kelulut. Saat kondisi parah, saya minum madu kelulut tiga kali sehari, dua sendok makan setiap kali minum,” tuturnya.
“Dalam waktu sekitar satu minggu mengonsumsi secara rutin, kesehatan saya berangsur pulih. Bahkan penglihatan saya yang sebelumnya rabun kembali membaik dan saya bisa beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.
Saat ini, peternakan Ratu Madu Borneo fokus membudidayakan empat jenis kelulut, yaitu Thoracica, Itama, Apicalis, dan Caniforn.
“Sebenarnya jenis kelulut sangat banyak, bisa sampai belasan jenis. Namun saat ini kami fokus pada empat jenis tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa panen madu dilakukan setiap satu bulan sekali secara bergantian antar log sarang. Dalam satu bulan, produksi madu cukup menjanjikan.
“Tidak hanya diminati konsumen lokal, madu kelulut produksi Ratu Madu Borneo juga telah menembus pasar internasional.
“Konsumen kami ada yang berasal dari luar negeri seperti Australia,swedia dan Belgia sedang di dalam negeri sudah menembus pulau jawa dan di sekitar Kabupaten Melawi, lanjutnya perawatan lebah madu kelulut tergolong sangat mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus selain madu juga bee polen atau serbuk pati bunga memiliki nilai ekonomis.
“Perawatannya tidak sulit, tidak ada teknik khusus ataupun pakan tambahan. Kelulut mencari makanannya sendiri secara alami dari bunga-bunga di sekitar lingkungan, untuk itu kami menggugah mari bersama kita kembangkan potensi ini,” jelasnya.
H.Edu yang menyambut hangat bersama istri Hj Sakyah saat kedatangan Kapolres Melawi dan menyampaikan rasa terima kasih telah berkunjung.
“Alhamdulillah hari ini kami dikunjungi bapak Kapolres Melawi,suatu kebanggaan bagi kami dapat berdialog bersama dan menyampaikan harapan berkenaan dengan usaha yang sedang kami tekuni, terima kasih atas kunjungan yang luar biasa,” pungkas H.Edu.
Agus maharona












