Pontianak– Gemuruh suara meriam karbit kembali menggetarkan tepian Sungai Kapuas. Wali Kota Pontianak bersama jajaran Forkopimda Kalimantan Barat secara resmi membuka Eksebisi Meriam Karbit tahun 2026 yang dipusatkan di Gang Haji Darsyad, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Pontianak Tenggara, Kamis malam. (19/03)
Acara tahunan yang menjadi ikon budaya Kota Khatulistiwa ini diikuti oleh 42 kelompok Peserta. Kehadiran jajaran Forkopimda Kalbar, Konsulat Malaysia, serta jajaran petinggi Kepolisian seperti Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Marsdianto, S.I.K., dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., menambah kekhidmatan suasana di sepanjang pesisir sungai kebanggaan masyarakat Kalbar tersebut.
Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi ini sebagai identitas daerah yang telah diakui secara nasional.
”Meriam karbit telah masuk ke dalam warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan, maka kita wajib untuk melestarikannya.”
“Dalam kegiatan Meriam karbit ini mengandung filosofi kekeluargaan yang kental, karena untuk memainkannya dibutuhkan semangat gotong-royong,” Ujar Edi.
Ia juga berharap Eksibisi ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi mampu mendongkrak sektor pariwisata.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi suatu destinasi khas Pontianak yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” tambahnya.
Mengingat antusiasme warga yang tumpah ruah ke lokasi, Polda Kalimantan Barat memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari fokus pengamanan dalam struktur Operasi Ketupat Kapuas 2026.
Karo Ops Polda Kalbar, Kombes Pol Marsdianto, S.I.K., selaku Karendal Ops Ketupat Kapuas 2026, memantau langsung titik-titik kerawanan guna memastikan pengunjung dan wisatawan dapat menikmati pertunjukan dengan aman.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menegaskan bahwa Personel Kepolisian telah ditempatkan di titik-titik strategis, baik di darat maupun perairan.
”Polda Kalbar berkomitmen penuh menjamin keamanan selama perayaan budaya ini berlangsung. Kami menurunkan Personel untuk melakukan pengamanan berlapis, mulai dari pengaturan lalu lintas di akses masuk hingga patroli di bantaran sungai oleh Polairud.”
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat merayakan tradisi kebanggaan kita ini,” Tegas Bambang.
Eksibisi yang berlangsung meriah ini diharapkan menjadi simbol sinergitas antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, dan kondusifitas keamanan di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.
Agus maharona












