Jakarta,Metrolima Tv.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota sebagai bagian dari penyusunan rencana pembangunan daerah yang terintegrasi dengan tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan hasil Musrenbang tahun ini menghasilkan puluhan usulan prioritas yang akan menjadi fokus pembangunan ke depan.
“Dari hasil Musrenbang, terdapat 79 usulan yang diakomodir untuk tahun 2026. Kemudian 1.593 usulan dilanjutkan ke Renja KPD tahun 2027, 342 usulan masuk dalam skema Bantuan Daerah, serta 684 usulan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan teknis,” ujar Iin dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, terdapat enam program prioritas yang menjadi perhatian utama Pemkot Jakarta Barat.Program pertama adalah penanggulangan banjir. Menurutnya, persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara kolaboratif.
“Penanganan banjir masih menjadi prioritas. Di antaranya melalui revitalisasi rumah pompa, pembangunan saluran PHB, serta pembangunan subholder di 39 titik genangan,” jelasnya.
Program kedua adalah pengelolaan sampah. Iin mengungkapkan, volume sampah di Jakarta Barat mencapai sekitar 807 ribu ton per tahun, namun baru sekitar 25 persen yang dapat tertangani.
“Ke depan, kami menargetkan 70 persen sampah dapat dikelola dari sumbernya, sehingga hanya 30 persen yang menjadi residu. Ini akan dilakukan melalui penguatan TPS 3R, bank sampah, hingga program lingkungan di tingkat RW,” katanya.
Selain itu, Pemkot juga tengah menjajaki kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan aset lahan di sekitar stasiun sebagai lokasi pengolahan sampah, khususnya di wilayah padat seperti Tambora dan Taman Sari.
“Dalam jangka pendek, kami akan memanfaatkan lahan milik KAI di delapan stasiun di Jakarta Barat untuk mendukung pengelolaan sampah, terutama di wilayah yang minim lahan,” tambahnya.
Program ketiga adalah ketahanan pangan melalui urban farming. Pemkot akan mendorong keterlibatan masyarakat, sekolah, hingga kelompok tani untuk memanfaatkan lahan terbatas.
“Tahun ini kita akan menanam labu madu dan melon gold sebagai ikon urban farming Jakarta Barat, yang juga bermanfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ucap Iin.
Keempat, penanggulangan kemiskinan yang saat ini berada di angka 3,91 persen. Upaya yang dilakukan meliputi perbaikan kawasan kumuh, bantuan pendidikan, hingga pelatihan kerja.
“Kami fokus di tiga kecamatan, yaitu Tambora, Cengkareng, dan Kalideres. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menekan angka kemiskinan,” katanya.
Program kelima adalah percepatan penurunan stunting yang saat ini berada di angka 17,4 persen. Salah satu tantangan utama adalah masih adanya perilaku buang air besar sembarangan (BABS).
“Kami menargetkan seluruh kelurahan di Jakarta Barat dapat deklarasi Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2026 melalui kolaborasi dan swadaya masyarakat,” jelasnya.
Program terakhir adalah penguatan kepemudaan. Hal ini penting dalam menghadapi bonus demografi, di tengah angka pengangguran yang mencapai 6,02 persen.
“Kami akan meningkatkan pembinaan kepemudaan, penguatan karakter, serta membuka lebih banyak peluang kerja untuk menekan angka pengangguran dan kenakalan remaja,” tandasnya.
Pemkot Jakarta Barat menegaskan, seluruh program tersebut akan dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, swasta, dan masyarakat, guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.












