Pontianak – Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Nusantara melalui program Persit BISA. Salah satu fokus utama program ini adalah pengembangan dan promosi tenun Sidan, kain tradisional khas suku Dayak Iban yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (7/4/20206)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana. Tenun Sidan dipilih sebagai salah satu produk unggulan karena memiliki nilai budaya yang tinggi sekaligus menjadi identitas masyarakat lokal.
Melalui program ini, Persit KCK PD XII/Tpr berupaya memperkenalkan tenun Sidan kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Salah satu anggota Persit yang aktif dalam pelestarian tenun Sidan adalah Ny. Malinda Dwi Hatdi, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 7 Yonif TP 882/Hulubalang Cabang LIX Brigif 19 PD XII/Tanjungpura, yang terus berkarya untuk menghasilkan berbagai produk tenun dengan kualitas yang semakin meningkat.
Beragam karya yang dihasilkan anggota Persit menunjukkan bahwa tenun Sidan tidak hanya memiliki nilai tradisional, tetapi juga berpotensi dikembangkan secara kreatif dan modern. Inovasi terus didorong, termasuk dalam padu padan warna benang untuk menghasilkan motif yang lebih variatif dan menarik.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, promosi tenun Sidan dilakukan melalui berbagai kesempatan, baik acara resmi maupun nonformal. Selain itu, pembinaan dan arahan juga terus diberikan guna meningkatkan kualitas serta daya saing produk.
Melalui program Persit BISA, diharapkan semakin banyak anggota Persit yang terlibat dalam kegiatan ini. Dengan demikian, tenun Sidan dapat semakin dikenal luas sekaligus memperkuat peran Persit dalam pelestarian budaya bangsa. (Pendam XII/Tpr)
Agus maharona












