Pontianak – Isu keamanan anak dan perempuan kembali menjadi sorotan utama. Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kekerasan seksual, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan aparat penegak hukum dalam mendeteksi keberadaan “predator” di lingkungan sekitar.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Interaktif yang berlangsung di Radio Volare Pontianak, Rabu (14/01/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Ps. Kanit 2 Subdit 4 Ditres Polda Kalbar, AKP Dedy Setiawan, S.H., yang mewakili Direktorat Reserse Kriminal Umum, khususnya pada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Waspada Modus Operandi
Dalam pemaparannya, AKP Dedy Setiawan mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan seksual atau yang sering dijuluki “predator” seringkali bukanlah orang asing, melainkan orang-orang yang berada di lingkaran terdekat korban.
”Masyarakat harus paham bahwa predator bisa ada di mana saja. Seringkali mereka menggunakan tipu muslihat, bujuk rayu, bahkan relasi kuasa untuk menjerat korbannya,” ujar AKP Dedy di studio Radio Volare.
Ia menambahkan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam memberikan edukasi seks sejak dini kepada anak, terutama mengenai bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.
Langkah Preventif dan Pelaporan
Selain edukasi, AKP Dedy juga menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil jika masyarakat menemukan adanya indikasi kekerasan atau pelecehan seksual
. Keberanian Melapor Masyarakat diminta tidak takut atau merasa aib untuk melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.
. Pengawasan Gadget Mengingat banyaknya kasus yang bermula dari media sosial (Cyber Grooming), orang tua wajib memantau aktivitas digital anak.
. Respon Cepat PPA Polda Kalbar melalui unit PPA berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dan pendampingan psikologis bagi korban.
Komitmen Polda Kalbar
Dialog interaktif ini merupakan bagian dari upaya jemput bola Polda Kalbar dalam mensosialisasikan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Melalui media radio, diharapkan pesan edukasi ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok Kalimantan Barat.
”Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat untuk menjadi mata dan telinga bagi lingkungannya adalah kunci utama memutus mata rantai kejahatan ini,” tutup AKP Dedy.
Catatan Redaksi: Sebagai tambahan informasi, Subdit 4 (PPA) Ditreskrimum merupakan garda terdepan kepolisian dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak sebagai korban.
Agus maharona












