Sintang- Polres Sintang menggelar Forum Komunikasi Lalu Lintas sebagai upaya bersama dalam menekan angka kecelakaan serta mencari solusi atas berbagai permasalahan transportasi di wilayah Kabupaten Sintang yang dinilai cukup kompleks, Rabu (28/1).
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Sintang termasuk daerah dengan kategori laka lantas yang cukup tinggi. Kondisi wilayah yang luas dengan karakteristik jalan yang sempit, rusak, serta kurang memadai, ditambah padatnya aktivitas pengguna jalan, menjadi faktor utama sering terjadinya kecelakaan.
Kapolres Sintang menegaskan bahwa melalui forum komunikasi ini seluruh pihak terkait diharapkan dapat bersinergi untuk menemukan langkah konkret demi menciptakan sistem lalu lintas yang lebih aman dan tertata.
Beberapa poin penting dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertama, terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang salah satunya dipicu oleh kondisi jalan yang rusak dan kurangnya penanganan infrastruktur.
Poin kedua menyoroti kepadatan lalu lintas dan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Tugu Jam Sintang. Kapolres menyebutkan bahwa kemacetan merupakan salah satu indikator kota yang terus berkembang, namun perlu diimbangi dengan penanganan yang tepat.
Kapolres Sintang juga menyampaikan ide solusi jangka pendek kepada Bupati Sintang untuk mengatasi kemacetan, yakni dengan melakukan pelebaran jalan di sekitar Tugu Jam.
“Kalau menunggu anggaran besar dari pusat, realisasinya bisa lama. Solusi murah dan cepat yang bisa dilakukan adalah meratakan taman di sekeliling tugu jam, termasuk parit dan trotoar, sehingga jalan bisa dilebarkan. Nantinya bisa diberi marka khusus jalur motor agar arus lalu lintas lebih tertib,” jelas Kapolres.
Selain itu, Kapolres berharap adanya dukungan Pemkab Sintang dalam pembangunan pos lalu lintas di kawasan Tugu Jam, sehingga personel dapat ditempatkan secara permanen untuk mengurai kemacetan saat jam padat.
Poin ketiga yang dibahas adalah perbaikan rambu-rambu dan marka jalan, serta pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan kemacetan guna mempermudah pemantauan kondisi lalu lintas secara real time.
Dengan sinergi seluruh pihak, Kapolres Sintang mengharapkan Kerjasama seluruh pihak untuk ke depan dapat mewujudkan sistem lalu lintas yang lebih modern, termasuk penerapan tilang elektronik.
“Jika infrastruktur dan sistem pendukung sudah siap, bukan tidak mungkin Sintang bisa menyusul Kota Pontianak yang saat ini satu-satunya kota yang sudah menerapkan sistem tilang elektronik di Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Melalui forum komunikasi ini, diharapkan langkah-langkah strategis dapat segera direalisasikan demi menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran berlalu lintas di Kabupaten Sintang.
Agus maharona












