Sintang- Di balik suara dengung mesin jahit yang tak pernah berhenti, terselip sebuah momen hangat pada Kamis (2/7/2026). Anggota kepolisian dari Polsek Sungai Tebelian tampak hadir bukan untuk memeriksa, melainkan untuk menyapa dan mendengarkan keluh kesah para pengrajin pakaian di wilayah tersebut. Patroli siang hari ini menjadi bukti bahwa kehadiran aparat keamanan tidak hanya terasa di jalan raya, tetapi juga masuk hingga ke ruang-ruang kerja masyarakat kecil.
Dalam kunjungan sambangnya, petugas tidak sekadar singgah sejenak. Mereka berdialog langsung dengan para tukang jahit, menanyakan kondisi keamanan lingkungan sekitar tempat usaha, sekaligus menyerap aspirasi terkait situasi kamtibmas yang mereka rasakan sehari-hari. Pendekatan persuasif dan kekeluargaan ini bertujuan agar masyarakat merasa nyaman dan tidak canggung berinteraksi dengan kepolisian.
Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, melalui Kapolsek Sungai Tebelian, IPDA Aprianus Sabari Tampe, menyampaikan secara terpisah bahwa kegiatan patroli sambang ke pelaku usaha mikro seperti tukang jahit merupakan bagian dari strategi pemolisian yang membumi. Menurut Kapolsek, keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan seluruh lapisan masyarakat.
Lanjut Kapolsek menambahkan, dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memberikan himbauan kepada para tukang jahit pakaian agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan, seperti pencurian atau penipuan yang kerap mengincar tempat usaha saat pemiliknya lengah. Selain itu, para pengrajin juga diimbau untuk proaktif melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin masyarakat paham bahwa polisi adalah mitra mereka. Himbauan yang kami sampaikan hari ini adalah bentuk kepedulian agar usaha mereka tetap berjalan aman dan produktif,” ujar IPDA Aprianus Sabari Tampe.
Kehadiran polisi di tengah para tukang jahit ini mendapat sambutan positif. Senyum dan jabat tangan yang tercipta di sela-sela tumpukan kain menjadi simbol harmonisnya hubungan antara aparat dan warga, menegaskan bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari sapaan sederhana.
Agus maharona













