‎GEMILANG PKBM Nurul Huda Purwajaya Cetak Prestasi Bahasa Sunda di Tingkat Kabupaten dan Komisariat

KARAWANG MetroLimaTv. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Huda yang berlokasi di Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang untuk mengukir prestasi emas. Sekolah non-formal yang menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap hari Sabtu dan Minggu ini, sukses memboyong piala bergengsi dalam pelestarian budaya lokal melalui lomba Ngadongeng Sunda.

‎Tidak tanggung-tanggung, prestasi ini diraih secara beruntun dalam dua tahun terakhir, menegaskan posisi PKBM Nurul Huda sebagai salah satu lembaga pendidikan kesetaraan yang patut diperhitungkan di Kabupaten Karawang.

‎Keberhasilan PKBM Nurul Huda tidak datang dalam semalam, melainkan lewat konsistensi dan kerja keras para warga belajar serta tutor pendamping.

‎Berikut adalah torehan prestasi gemilang yang berhasil diraih:

‎ Juara 1 Lomba Ngadongeng Sunda Tingkat Kabupaten Karawang

‎   perwakilan dari PKBM Nurul Huda berhasil memukau para juri di tingkat kabupaten. Dengan pembawaan yang penuh penghayatan, artikulasi bahasa Sunda yang fasih, serta penguasaan panggung yang matang, mereka sukses menyabet gelar Juara Pertama.

‎Prestasi ini menjadi pembuka jalan sekaligus bukti nyata bahwa kualitas pendidikan karakter dan muatan lokal di PKBM ini berada di level tertinggi.

‎ Juara 2 Lomba Ngadongeng Sunda Tingkat Komisariat (Tahun 2026)

‎   Konsistensi prestasi tersebut kembali teruji di tahun 2026. Bersaing ketat dengan berbagai lembaga pendidikan lainnya, PKBM Nurul Huda kembali naik ke podium dengan meraih Juara Kedua pada ajang yang sama di tingkat Komisariat.

‎Banyak yang tidak menyangka bahwa deretan piala ini lahir dari sebuah lembaga yang waktu belajarnya hanya intensif di akhir pekan. Jadwal KBM yang fleksibel setiap Sabtu dan Minggu justru dimanfaatkan secara optimal oleh pihak pengelola untuk menanamkan materi yang padat, efektif, dan berbasis potensi minat bakat siswa.

‎ “Kami ingin mendobrak stigma bahwa sekolah non-formal atau paket itu nomor dua. Meskipun anak-anak kami hanya belajar di hari Sabtu dan Minggu karena sebagian besar memiliki kesibukan lain, semangat mereka untuk mengasah *soft skill* dan melestarikan budaya Sunda sangatlah tinggi,” ujar salah satu perwakilan pengelola PKBM Nurul Huda.

‎Metode pembelajaran yang interaktif dan pendekatan yang kekeluargaan di Desa Purwajaya ini terbukti mampu memicu kreativitas warga belajar untuk berani tampil percaya diri di panggung formal.

‎Keberhasilan ini pun disambut gembira oleh masyarakat Desa Purwajaya dan Kecamatan Tempuran. PKBM Nurul Huda dinilai tidak hanya memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk mendapatkan ijazah kesetaraan (Paket A, B, dan C), tetapi juga ikut serta menjaga kelestarian sastra lisan Sunda (Ngadongeng) yang mulai tergerus zaman.

‎Dengan modal prestasi di tahun 2025 dan 2026 ini, PKBM Nurul Huda berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan menjaring lebih banyak potensi terpendam dari pemuda-pemudi di Kecamatan Tempuran agar bisa terus berprestasi di masa depan.

MULYADI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *