Sanggau – Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla di Aula Kantor Camat Parindu, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.40 WIB tersebut dipimpin oleh Brigjen TNI Chaniago selaku Ketua Tim Penyuluhan Karhutla. Tim terdiri dari Kolonel Inf Iksan Agung selaku pembawa materi, Kolonel Heri dan Kolonel Fery dari TNI Angkatan Udara, serta Letkol Marinir Hana dan Letkol Andik Dewantoro Marinir dari TNI Angkatan Laut.
Kedatangan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI disambut oleh Camat Parindu Ancip Sebastianus, S.AP., Danramil 1204-12/Parindu Kapten Inf Joko Budi, Kapolsek Parindu AKP Sutono, Kepala Puskesmas Kecamatan Parindu, serta Ketua DAD Kecamatan Parindu Andreas.
Turut hadir Koordinator Pendidikan, Kepala Puskesmas Kecamatan Parindu, Ketua DAD, para Temenggung Adat, Ketua BPD se-Kecamatan Parindu, perangkat Desa Pusat Damai, Korwil, BPP, serta para kepala wilayah dan perangkat desa di Kecamatan Parindu.
Dalam sambutannya, Camat Parindu Ancip Sebastianus, S.AP., menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Mabes TNI yang memberikan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat dan unsur pemerintahan di wilayahnya.
“Kecamatan Parindu merupakan salah satu wilayah dengan titik hotspot yang cukup tinggi di Kabupaten Sanggau. Pada musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sangat tinggi. Karena itu, diperlukan kesadaran dan kerja sama seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta sumber daya alam. Untuk itu, ia mengajak seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat, untuk semakin memperkuat sinergi dan bergerak bersama dalam pencegahan Karhutla.
Sementara itu, Brigjen TNI Chaniago selaku Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menegaskan bahwa kehadiran tim di Kecamatan Parindu bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan untuk membangun komunikasi, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mencari solusi bersama dalam menghadapi Karhutla.
“Kami datang untuk bersilaturahmi dan bersosialisasi dengan masyarakat. Kami bukan datang untuk menginvestigasi, memata-matai atau mencari kesalahan, tetapi untuk bersama-sama membahas bahaya dan dampak kebakaran serta mencari solusi terbaik,” ungkap Brigjen TNI Chaniago.
Ia menjelaskan, TNI memiliki komitmen untuk membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana, termasuk Karhutla. Peran tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dan sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, aparat desa serta seluruh elemen masyarakat.
Brigjen TNI Chaniago juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu api membesar apabila menemukan titik api atau melihat kepulan asap.
“Jika melihat asap atau api, jangan menunggu sampai membesar. Segera hubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat desa atau posko Karhutla terdekat. Semakin cepat dilaporkan, semakin mudah dipadamkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. “TNI siap bekerja sama dengan semua unsur. Kami siap mendampingi, membimbing dan bertindak bersama masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Pencegahan Karhutla di Kecamatan Parindu membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah desa, perusahaan hingga masyarakat.
Pendim 1204/Sanggau
Agus maharona












