Dari Long House PT. PMS Tim Penyuluhan Mabes TNI Gencarkan Edukasi Karhutla Di Wilayah Binaan Koramil 1206-17/Silat Hulu

Kapuas Hulu — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Bertempat di Long House PT. PMS, wilayah binaan Koramil 1206-17/Silat Hulu, Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI hadir memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata membangun kesadaran bersama dalam menjaga hutan dan lingkungan, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan penyuluhan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa ancaman Karhutla tidak boleh dianggap sepele. Terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kering, percikan api sekecil apa pun berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Di hadapan masyarakat, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Mayor Top Sularno menyampaikan berbagai langkah pencegahan Karhutla, mulai dari meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, hingga pentingnya segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

“Api kecil bisa menjadi bencana besar apabila tidak segera dicegah. Karena itu, kepedulian dan kewaspadaan masyarakat merupakan benteng pertama dalam menghadapi Karhutla,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Tim penyuluh juga menekankan bahwa penanganan Karhutla bukan semata-mata tugas aparat. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pihak perusahaan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

Sementara itu, Babinsa Koramil 1206-17/Silat Hulu Kopda Julianto turut mendampingi pelaksanaan kegiatan sebagai wujud kehadiran TNI di tengah masyarakat. Babinsa mengajak warga di wilayah binaannya untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat apabila menemukan potensi kebakaran.

Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Long House PT. PMS juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara TNI, pihak perusahaan, dan masyarakat. Edukasi secara langsung diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai dampak Karhutla, baik terhadap kesehatan, lingkungan, aktivitas masyarakat maupun kelestarian ekosistem.
(Pendim1206/Psb)

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *