Sintang – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI saat mengunjungi sejumlah desa di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Jumat 04/09/2026.
Tim penyuluh yang dipimpin Kolonel Adm Steven tersebut turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi sekaligus membangun komunikasi mengenai upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Dalam kunjungannya, Kolonel Adm Steven menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam maupun aparat. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran memiliki peran penting dalam mencegah munculnya api sejak awal.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat TNI-Polri serta unsur terkait harus terus diperkuat. Dengan komunikasi dan kepedulian bersama, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegahnya. Masyarakat adalah bagian penting karena mengetahui kondisi wilayahnya dan dapat menjadi mata serta telinga dalam upaya pencegahan,” ujar Kolonel Adm Steven.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera menyampaikan informasi apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Selain menyampaikan langkah-langkah pencegahan, tim turut memberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kebakaran yang meluas tidak hanya merusak vegetasi dan ekosistem, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Melalui kunjungan ke sejumlah desa tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI berharap kesadaran dan kerja sama masyarakat semakin kuat sehingga pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
pendim1205
Agus maharona












