Ngopi Bareng Satgas TNI Sinkronisasi Mitigasi Karhutla Di Kayan Hilir

Sintang – Obrolan santai di warung menjadi sarana Satgas Karhutla TNI berdiskusi dengan aparat Desa Nanga Mau, PLN, dan PDAM Kayan Hilir dalam rangka sinkronisasi kegiatan mitigasi Karhutla, khususnya dari aspek energi listrik dan ketersediaan air.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, di Nanga Mau, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Rabu (9/9/2026).

Diungkapkan Sapta, keberadaan penyuluh Satgas Karhutla TNI tidak hanya mengimbau masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran, tetapi juga membangun upaya terpadu lintas sektor agar proses mitigasi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

“Penyebab dan dampak Karhutla sangat banyak sehingga upaya mitigasinya pun sangat kompleks, di antaranya adalah masalah kesehatan, proses belajar mengajar di sekolah, ekonomi dan stabilitas sosial masyarakat,” ujar Sapta.

Terkait hal tersebut, lanjutnya, pihaknya menyambut baik inisiatif Kepala Desa Nanga Mau, Markus, yang mengundang Satgas TNI untuk “ngopi” atau ngobrol santai di kedai bersama aparat desa, tokoh masyarakat, PLN dan PDAM.

“Khusus tentang air bersih, saat ini PDAM baru mampu menyediakan air di wilayah Nanga Mau karena debitnya baru mencapai 10 liter per detik, serta masih terdapat permasalahan infrastruktur jaringan aliran air dan listrik,” ujar mantan Kepala Laboratorium Dislitbangad itu.

“Sedangkan terkait dengan pelajaran daring untuk mengantisipasi asap, sesuai penyampaian pihak sekolah, adanya pemadaman listrik karena perbaikan instalasi waktunya bersamaan dengan pembelajaran daring. Termasuk jaringan internet yang terputus akibat pemadaman. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pembelajaran siswa,” tambahnya.

Setelah pertemuan tersebut, kata dia lebih lanjut, selain dalam rangka koordinasi mitigasi Karhutla, juga diperoleh kesepakatan bersama tentang penyediaan air bersih dan listrik.

“Dari dialog dengan masyarakat, saat ini ada yang hanya mandi dengan satu ember dan anak-anak yang sakit karena air yang tidak sehat. Pihak PDAM akan mengajukan peningkatan kapasitas dan menyediakan kendaraan tangki pengangkut air ke desa atau dusun,” ucap Sapta.

“Kemudian PLN meminta pihak sekolah menembuskan jadwal pelajaran daring. Tentunya nanti pihak sekolah juga perlu melakukan sinkronisasi jadwal supaya efektif,” tandasnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Brigjen TNI M. Zamroni dan anggota Satgas TNI Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Setu Burhannudin serta Sekdes Nanga Mau itu berlangsung dengan hangat.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Nanga Mau Markus mengapresiasi upaya Satgas TNI dalam membantu mengolaborasikan pihak terkait, termasuk mencari solusi bagi masyarakat di tengah Karhutla.

“Namun memang tantangan di Desa Nanga Mau sedikit berbeda dibanding yang lain. Di sini masyarakat sudah cenderung kepada sawit dan kemungkinan peladang terus berkurang,” ujar Markus.

“Terkait air, pemenuhan warga telah banyak yang punya pompa mandiri, namun memang di dusun-dusun masih banyak mengandalkan air sungai dan sumber dari bukit,” tandasnya.

Selaras dengan pernyataan Kades, Pimpinan PDAM Kayan Hilir Heri Mokas menyampaikan ketersediaan air di Nanga Mau relatif terjamin. Namun, untuk mendukung Desa Jaya Sakti, Mekar Mandiri, Nanga Tikan, Mombay Begunung ataupun desa lainnya, pihaknya belum mampu.

“Selain infrastruktur, juga perlu peningkatan debit air minimal 20 liter per detik. Namun nanti kami coba laporkan untuk menyediakan tangki air supaya bisa mengirim air ke desa yang membutuhkan. Tapi itu juga membutuhkan listrik yang bisa mendukung dari pagi sampai jam 18 malam,” tegas Heri.

Menyikapi persoalan tersebut, Pimpinan PLN Kayan Hilir Saryono menyampaikan bahwa pekerjaan pergantian gardu saat ini merupakan langkah solusi untuk menghadirkan listrik yang stabil.

“Tapi kami akan fleksibel, khususnya untuk mendukung sekolah serta tentunya bagi jaringan internet dari Telkomsel dan Indosat yang ada di Kecamatan Kayan Hilir. Proses pergantian gardu diperkirakan akan selesai minggu depan,” pungkas pria yang akrab dipanggil Ujang itu.

pendim1205

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *