Mitigasi Karhutla Camat Kayan Hilir Kami Butuh Jalan Listrik Dan Internet

Sintang — Untuk mendukung upaya mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kecamatan Kayan Hilir masih membutuhkan dukungan infrastruktur berupa jalan, listrik dan jaringan internet.

Hal tersebut disampaikan Camat Kayan Hilir S. Matius Akon saat mengikuti penyuluhan Karhutla yang digelar Satgas Karhutla TNI di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026).

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P., ST., MM., mengatakan penyuluhan yang dihadiri Brigjen TNI M. Zamroni tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Kayan Hilir dan diikuti 43 kepala desa.

“Acara berlangsung dengan santai dengan materi mitigasi Karhutla. Sebagaimana disampaikan Brigjen Zamroni, ketaatan warga terhadap adat dan peraturan yang ada membuat wilayah Kayan Hilir minim Karhutla,” ujar Sapta.

Menurut Sapta, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Saat ini, Satgas juga mendorong masyarakat untuk melakukan inovasi dalam menyuburkan tanah sebagai alternatif untuk mengurangi praktik pembakaran.

“Jadi, Karhutla ini menjadi momentum bagi masyarakat Kayan Hilir untuk memberdayakan segala potensi yang ada guna meningkatkan kesejahteraan wilayah,” ujarnya.

Namun demikian, Sapta mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat Kayan Hilir.

“Namun memang kita juga sadar, di Kayan Hilir masih terkendala infrastruktur, seperti yang disampaikan Pak Camat,” tandasnya.

Di hadapan peserta penyuluhan, Camat Kayan Hilir S. Matius Akon menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Satgas Karhutla TNI ke wilayahnya.

“Kami juga berharap Satgas TNI bisa memberikan rekomendasi dan solusi bagi kami. Termasuk menjadi penyambung lidah aspirasi ke pusat,” ujar Matius Akon.

Ia menjelaskan, salah satu kebutuhan yang masih menjadi kendala adalah kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai, baik sebagai penghubung dengan Kabupaten Sintang maupun antarwilayah desa.

“Khususnya terkait jalan dan jembatan yang masih kurang baik sebagai penghubung dari Kabupaten Sintang maupun ke desa. Ini menyulitkan ketika ada Karhutla ataupun kendala aktivitas masyarakat,” imbuhnya.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Matius juga menyoroti kebutuhan listrik. Menurutnya, keberadaan listrik tidak hanya penting untuk penerangan, tetapi juga mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat melalui penggunaan pompa.

“Jika ada listrik, warga bisa membuat pompa air untuk kebutuhan keluarga, termasuk juga mendukung aktivitas di desa,” ujar pria yang akrab disapa Pak Akon tersebut.

Kebutuhan berikutnya adalah jaringan komunikasi. Matius menyebut masih banyak desa di Kayan Hilir yang belum mendapatkan akses jaringan internet dan sinyal telekomunikasi dengan baik.

“Kemudian yang ketiga, sinyal. Masih banyak desa yang belum tersedia sinyal dengan baik. Sehingga menyulitkan komunikasi, termasuk guna mengantisipasi jika ada Karhutla,” pungkasnya.

Selain para kepala desa atau perwakilan desa, kegiatan tersebut juga dihadiri anggota Satgas Karhutla TNI, Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin, Plh. Danramil 1205-17/Kayan Hilir Peltu Herry serta perwakilan Kapolsek Kayan Hilir Aiptu Indra.

pendim1205

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *