Gerak Cepat Cegah Api Kembali Membara TNI Dinginkan Lahan Gambut Di Mayasopa

Singkawang – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali meluas terus dilakukan Personil TNI di Kota Singkawang. Sebanyak 10 personel TNI dari Koramil 1202-04/Singkawang Timur bersama karyawan perkebunan gaharu melakukan pengecekan dan pendinginan titik hotspot di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Jumat (11/09/2026).

Kegiatan dipimpin Letda Inf Satria Perdana dengan melibatkan delapan personel Yon TP 839/SA BKO Koramil 1202-04/Singkawang Timur dan dua personel Koramil. Tim menyasar lahan perkebunan gaharu CV Aroma Alam Borneo yang sebelumnya mengalami kebakaran sekitar 0,5 hektare.

Meski api telah padam, kondisi lahan masih mengeluarkan asap sehingga pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menyala. Dalam penanganan tersebut, personel menggunakan empat unit mesin pompa air milik perkebunan dan satu unit pompa air Koramil.

Karakteristik lahan yang didominasi tanah gambut, semak belukar, vegetasi kering dan pepohonan produktif membuat proses pendinginan harus dilakukan secara cermat. Hingga kegiatan berakhir pukul 15.30 WIB, situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Selain penanganan di lokasi, personel juga melaksanakan patroli, ground check hotspot, koordinasi dengan instansi terkait serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

Dandim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api terlihat padam.

“Pendinginan sangat penting untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar mati. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.

Diharapkan sinergi TNI, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat terus diperkuat agar potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini serta dampak asap terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan. (Pendim 1202/Skw)

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *