Ketapang– Polsek Marau Polres Ketapang bergerak cepat menindaklanjuti temuan titik panas atau hotspot yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning. Kegiatan groundcheck dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, sebagai langkah memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meluas.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Marau AKP Laurensius, S.H., M.H., bersama lima personel Polsek Marau. Berdasarkan hasil pemantauan periode 10–11 September 2026, terdapat lima titik hotspot dengan tingkat confidence medium, masing-masing empat titik di Kecamatan Marau, yakni Desa Batu Payung Dua, Desa Randai dan Desa Bantan Sari, serta satu titik di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Singkup. Sementara Kecamatan Air Upas tidak ditemukan titik hotspot.
Untuk memastikan kondisi di lokasi, personel menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer dengan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Polsek Marau. Medan yang dilalui cukup menantang karena kondisi jalan rusak dan wilayah perbukitan. Setelah menggunakan kendaraan roda dua, personel kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju titik yang terdeteksi oleh sistem pemantauan.
Setibanya di sejumlah lokasi, petugas menemukan bekas lahan yang terbakar dengan luasan bervariasi, yakni sekitar 0,1 hektare, 0,2 hektare, 0,4 hektare, 0,3 hektare dan 0,3 hektare. Personel langsung melakukan penyisiran di area bekas terbakar guna memastikan tidak terdapat bara api yang masih aktif. Dari hasil pemantauan visual, tidak ditemukan lagi kepulan asap di lokasi.
Kondisi geografis lokasi didominasi pepohonan, rumput dan semak belukar dengan jenis tanah mineral. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah tidak tersedianya sumber air di sekitar titik hotspot, sehingga apabila ditemukan bara aktif, kebutuhan air harus didatangkan dari lokasi yang cukup jauh. Meski demikian, personel tetap melakukan pemantauan dan memastikan kondisi lahan aman sebelum meninggalkan lokasi.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., mengapresiasi langkah cepat jajaran Polsek Marau dalam menindaklanjuti informasi hotspot hingga ke lapangan. “Setiap titik hotspot harus ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung. Jangan sampai titik panas yang awalnya kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, Polres Ketapang bersama seluruh jajaran akan terus meningkatkan pemantauan melalui aplikasi dan data satelit, melakukan pengecekan lapangan serta berkoordinasi dengan Forkopimcam dan seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan Karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kepulan asap melalui Call Center Polri 110, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Agus maharona












