Pastikan Api Benar-Benar Padam Koramil Jajaran Perketat Patroli Lahan Bekas Karhutla Di Tiga Wilayah Singkawang

Singkawang – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi terus dilakukan jajaran Kodim 1202/Singkawang. Pada Sabtu, (19/09/2026), patroli dan ground check digelar secara serentak di sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak maupun rawan karhutla.

Pemantauan dilakukan di kawasan perkebunan gaharu CV Aroma Alam Borneo, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur; Kelurahan Sungai Rasau dan Setapuk Kecil, Kecamatan Singkawang Utara; serta kawasan Jalan Arteri Bandara di wilayah Kelurahan Sedau dan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan.

Di Mayasopa, Babinsa Kelurahan Mayasopa Sertu Ismail bersama delapan personel Yon TP 839/SA BKO Koramil 04/Singkawang Timur yang dipimpin Serda Ricad melakukan ground check terhadap lahan terdampak karhutla. Dari hasil pengecekan, area terdampak diperkirakan mencapai ±150 hektare. Kondisi api telah padam dan tidak ditemukan lagi asap yang muncul dari lahan terbakar.

Sementara di wilayah Sungai Rasau dan Setapuk Kecil, personel Koramil 1202-03/Singkawang Tengah, Satgas BKO dan MPA melakukan patroli menggunakan tiga sepeda motor. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan titik api baru maupun asap. Tim juga tidak menemukan aktivitas masyarakat yang akan melakukan pembakaran lahan.

Pemantauan serupa dilakukan di kawasan Jalan Arteri Bandara, Kelurahan Sedau dan Pangmilang. Personel Koramil 02/Singkawang Selatan, Yon TP 839/SA BKO, perangkat kelurahan dan MPA melakukan patroli sekaligus memastikan sisa bara tidak kembali memicu kebakaran.

Di kawasan tersebut kondisi secara umum masih terkendali, namun ditemukan titik-titik asap kecil yang diduga berasal dari bara tersembunyi di dalam lahan. Kondisi ini menjadi perhatian karena bara dapat kembali aktif setelah perubahan cuaca.

Dandim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., menegaskan bahwa patroli pascakebakaran merupakan langkah penting untuk memastikan wilayah benar-benar aman.

“Api yang terlihat sudah padam bukan berarti pengawasan dapat dihentikan. Pada lahan tertentu, bara dapat bertahan dan kembali memicu api. Karena itu, kami terus melakukan ground check, pendinginan dan monitoring di lokasi-lokasi yang memiliki potensi tersebut,” tegasnya.

Dandim juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

“Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Semakin cepat informasi diterima dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dicegah sebelum meluas,” ujarnya.

Seluruh rangkaian patroli di tiga wilayah tersebut berlangsung aman dan lancar. Pemantauan akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap munculnya titik api baru.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *