Humas Polres Melawi Himbau Masyarakat Waspada Karhutla Laporkan Titik Api Melalui Call Center 110

Melawi – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Rabu (14/10/2026). Kondisi yang berlangsung selama sekitar tiga bulan terakhir tersebut terus mengganggu aktivitas masyarakat, terutama akibat terbatasnya jarak pandang serta keluhan kesehatan yang dirasakan warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Humas Polres Melawi mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kabupaten Melawi.

Kasubsi Penmas Humas Polres Melawi, Aipda Arbain, menyampaikan agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila mengetahui adanya titik api, kebakaran lahan, maupun kejadian lain yang membutuhkan kehadiran kepolisian, segera laporkan melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Aipda Arbain.

Pantauan di kawasan Kota Nanga Pinoh pada Rabu pagi menunjukkan kabut asap cukup tebal menyelimuti sejumlah wilayah. Pemandangan di sekitar kota yang biasanya terlihat jelas dari jarak tertentu tampak samar akibat tertutup asap.

Kabut asap yang belum kunjung menghilang juga menjadi perhatian karena berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah daerah hingga saat ini masih memberlakukan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) sebagai salah satu langkah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih mengganggu.

Berdasarkan informasi kondisi cuaca Kabupaten Melawi dari pantauan citra satelit dan radar cuaca BMKG pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 07.30 WIB, dengan pemutakhiran pukul 07.20 WIB, kondisi cuaca secara umum terpantau berawan dan didominasi kabut asap.

Sementara itu, prakiraan cuaca untuk wilayah Kabupaten Melawi pada hari yang sama menunjukkan kondisi berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan diperkirakan dapat terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Melawi pada sore dan malam hari.

Meski terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Upaya pencegahan membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Aipda Arbain kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila mengetahui adanya titik api, kebakaran hutan dan lahan, ataupun kejadian lain yang memerlukan penanganan kepolisian.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah dan menangani karhutla. Segera laporkan apabila menemukan titik api atau kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Melawi agar tetap aman dan lingkungan terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *