Landak – Teriknya cuaca bukan menjadi penghalang untuk terus bergerak dan berkarya demi mendukung ketahanan pangan. Dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, kegiatan Penanaman Mandiri Jagung Hibrida F1 BISI-2 (Bertongkol Dua) dilaksanakan di lahan milik Donatus Farel, Dusun Pawis Hilir, Desa Pawis Hilir, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan penanaman jagung tersebut dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare. Meski harus beraktivitas di bawah terik matahari, semangat para peserta tetap menyala. Kebersamaan dan harapan akan hasil panen yang melimpah menjadi motivasi untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas AIPDA A. A. Yandra, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pawis Hilir, Selfina Netty, SST, pemilik lahan Donatus Farel, serta 10 orang warga yang turut membantu proses penanaman.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, petugas penyuluh pertanian, pemilik lahan, dan masyarakat dalam mendorong produktivitas sektor pertanian. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif untuk menghasilkan komoditas pangan yang bernilai ekonomis.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Plt. Kapolsek Ngabang IPTU Rinto, S.Sos., S.H., menjelaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar terus semangat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Kondisi cuaca yang panas tidak boleh menyurutkan semangat untuk bekerja dan berusaha, selama tetap memperhatikan kondisi kesehatan serta keselamatan saat beraktivitas. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Landak,” Imbuh nya
Lebih lanjut, Plt. Kapolsek Ngabang IPTU Rinto, S.Sos., S.H., menambahkan bahwa sinergi antara Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, dan warga merupakan modal penting dalam mengembangkan potensi pertanian desa.
“Kami berharap kegiatan penanaman jagung ini tidak berhenti pada proses penanaman saja, tetapi dapat berlanjut hingga tahap pemeliharaan dan panen. Dengan kerja sama, ketekunan, dan pendampingan yang baik, lahan yang dikelola secara optimal diharapkan mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi pemilik lahan maupun masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Sementara itu, PPL Desa Pawis Hilir, Selfina Netty, SST, menyampaikan bahwa pemilihan benih jagung hibrida F1 BISI-2 perlu diimbangi dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, mulai dari persiapan lahan, proses penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Keberhasilan budidaya jagung tidak hanya ditentukan oleh benih yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengelolaan tanaman selama masa pertumbuhan. Karena itu, pemeliharaan yang baik dan pendampingan secara berkelanjutan sangat penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berpotensi menghasilkan panen yang maksimal,” Jelasnya
Penanaman jagung di lahan seluas kurang lebih satu hektare ini diharapkan menjadi langkah positif dalam meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus memperkuat semangat kemandirian pangan masyarakat Desa Pawis Hilir.
Agus maharona













