Sekadau- Kalimantan Barat,– Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan udara helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berlangsung dramatis pada Jumat (17/4) dini hari.
Tim gabungan harus berjibaku dengan medan ekstrem, gelapnya malam, serta cuaca yang tidak bersahabat demi mengevakuasi seluruh korban ke lokasi aman.
Evakuasi dilakukan setelah pihak Basarnas Kalbar menerima informasi pada pukul 00.05 WIB bahwa proses pengangkutan melalui udara pada siang hari tidak memungkinkan. Kondisi cuaca yang tidak mendukung serta tidak adanya area lapang untuk pendaratan helikopter menjadi kendala utama dalam upaya evakuasi.
Dengan mempertimbangkan keselamatan tim dan korban, proses evakuasi akhirnya dilakukan pada malam hari melalui jalur darat. Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah korban berhasil dikeluarkan dari badan helikopter yang mengalami kecelakaan tersebut.
Selanjutnya, tim gabungan membawa jenazah dengan berjalan kaki menuju puncak bukit sebelum diteruskan ke Posko Hulu Peniti. Perjalanan dari lokasi kejadian (TKP) menuju posko memakan waktu kurang lebih 2,5 jam dengan kondisi medan yang cukup berat.
Selain harus menempuh jalur yang curam dan berbatuan, tim juga menghadapi jalan licin serta minimnya penerangan karena proses evakuasi dilakukan pada malam hingga menjelang pagi hari. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi dari seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Pada pukul 04.52 WIB, jenazah pertama berhasil tiba di Posko Hulu Peniti. Proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan menggunakan jalur darat.
Sekitar pukul 06.10 WIB, seluruh jenazah diberangkatkan menggunakan delapan unit mobil ambulans. Dalam perjalanan, rombongan dikawal oleh patroli lalu lintas dari Polres Sekadau untuk memastikan kelancaran dan keamanan.
Rombongan ambulans menuju Kompi B Yonif 642, yang telah disiapkan sebagai titik penjemputan lanjutan. Dari lokasi tersebut, jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio.
Setibanya di Pontianak, seluruh jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan penuh tantangan, namun tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Medan yang berat, cuaca yang tidak mendukung, serta kondisi gelap menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Namun berkat sinergitas dan kerja sama seluruh tim gabungan, proses evakuasi jenazah dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
“Proses evakuasi ini menjadi bukti sinergi kuat antara Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait dalam menangani bencana dan kecelakaan di wilayah Kalimantan Barat. Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan risiko tinggi, tim gabungan tetap menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan.” Tutup Bambang.
Agus maharona












