Pontianak — Nandar yang dikenal luas dengan sebutan Kratom 69 menyampaikan keberatan atas beredarnya informasi tidak benar (hoax) di platform TikTok dan media sosial lainnya yang mencatumkan namanya.
Ia menegaskan bahwa konten tersebut tidak sesuai fakta dan berpotensi merusak reputasi yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun sebagai penyalur petani di Kalimantan Barat.Kamis 23/04/2026.
Dalam keterangannya kepada awak media Nandar menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam informasi yang beredar di media sosial tersebut.Ia menyayangkan munculnya konten yang dinilai tidak berdasar dan merugikan berbagai pihak, termasuk dirinya serta para petani yang selama ini menjadi mitranya.
“Saya merasa keberatan atas penyebaran berita hoax tersebut. Nama Nandar atau Kratom 69 selama ini dikenal luas di Kalimantan Barat bahkan hingga tingkat nasional sebagai penyalur petani yang amanah,” tegasnya.Selama perjalanan tersebut, Nandar mengaku telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan besar di Kalimantan Barat.
“Nama baik ini saya bangun melalui proses panjang, bukan sehari dua hari. Jadi ketika ada informasi hoax yang menyerang, tentu saya sangat keberatan,” jelasnya.
“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk menyaring terlebih dahulu sebelum membagikan informasi. Jangan sampai berita yang belum jelas kebenarannya justru merugikan banyak pihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nandar tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum apabila pihak yang menyebarkan informasi tersebut tidak segera memberikan klarifikasi.
“Jika tidak ada klarifikasi, saya akan mempertimbangkan langkah hukum. Ini demi menjaga nama baik saya dan melindungi para petani serta mitra kerja,” tegasnya.Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti pihak yang pertama kali menyebarkan konten hoax tersebut di TikTok.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital, serta pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial.
Agus maharona












