Kapuas Hulu– Danramil 1206-04/Badau Kapten Inf Mahfud Sabban turut serta dalam giat sinergi lintas instansi guna memperkuat pengawasan dan pemberantasan kegiatan ilegal serta penyelundupan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) khususnya di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Senin (27/04/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk menjaga kedaulatan negara serta mendukung stabilitas keamanan di jalur-jalur rawan du daerah perbatasan khususnya.
Sinergi ini melibatkan berbagai unsur penting di wilayah perbatasan, diantaranya Koramil 1206-04/Badau sebagai Komando Kewilayahan, Satgas Pamtas RI-Malaysia (Yonzipur 5/ABW) sebagai unsur utama pengamanan fisik di jalur tidak resmi,
Polsek Badau dalam penegakan hukum dan pencegahan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural maupun barang terlarang.
Pihak PLBN Badau, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) untuk memastikan pengawasan administratif dan keamanan hayati tetap prima. Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI).
Tim gabungan melakukan pemetaan dan pengawasan ketat di “jalur-jalur tikus” yang sering dimanfaatkan untuk penyelundupan barang ilegal, narkoba, hingga satwa lindung.
Danramil 04/Badau Kapten Inf Mahfud Sabban menyampaikan “Hari ini, Kami sebagai Tim Gabungan memperketat pemeriksaan kendaraan dan identitas pelintas guna meminimalisir praktik pengiriman barang maupun tenaga kerja secara ilegal” teranganya.
Danramil juga menambahkan slain itu Kami juga memberikan edukasi kepada warga desa setempat agar mematuhi prosedur perlintasan resmi dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang merugikan individu, Bangladesh maupun negara.
Danramil Badau menekankan bahwa kerja sama lintas sektoral adalah kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan di beranda depan negara. Kehadiran TNI bersama instansi lainnya diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif serta menutup celah bagi para pelaku kejahatan lintas negara.
Agus maharona












