Mimpi Warga Menjadi Nyata Senyum Bahagia Masyarakat Belatung Menyambut Pembukaan Akses Jalan Perbatasan

Kapuas Hulu– Warga Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir, kini bisa bernapas lega dan tersenyum lebar. Penantian panjang akan hadirnya akses jalan darat yang layak kini mulai terjawab seiring dengan dimulainya pembukaan dan peningkatan badan jalan yang menghubungkan Desa Ulak Pauk (Kecamatan Embaloh Hulu) dengan Desa Belatung (Kecamatan Embaloh Hilir). Selasa (21/07/2026).

Pembangunan infrastruktur ini merupakan kolaborasi nyata antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan ke-129 Kodim 1206/Putussibau. Sebelumnya, warga di wilayah perbatasan ini harus menempuh jalur sungai dan hutan yang memakan waktu berjam-jam untuk mendistribusikan hasil bumi, berbelanja, bahkan melanjutkan pendidikan bagi anak sekolah maupun berkunjung ke tempat keluarga.

Kisah perjuangan warga Belatung dan Satgas TMMD sempat menjadi sorotan publik saat harus mengangkut perlengkapan bangunan menggunakan perahu menyusuri sungai karena ketiadaan jalur darat. Namun, kerja keras dan semangat gotong royong ini membuahkan hasil.

Pembukaan jalan ini tidak sekadar membuka akses fisik, tetapi juga menjadi urat nadi baru yang membawa berbagai dampak positif bagi masyarakat, Perjalanan antar desa dan kecamatan akan menjadi jauh lebih cepat dan aman, Kebutuhan pokok dan pasokan logistik kini bisa diakses lebih mudah dan murah, Warga dapat membawa dan menjual hasil kebun dengan lebih efisien, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa.

Dansatgas TMMD ke 129 Kodim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro S.I.Pem., M.I.P., M.Han, Beliau berharap program TMMD ini mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan membuka isolasi desa sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Kini, deru mesin alat berat dan canda tawa warga yang bergotong royong bersama personel TNI mewarnai wajah baru Desa Belatung. Akses jalan baru ini bukan sekadar hamparan tanah atau kerikil, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah, lancar, dan sejahtera bagi masyarakat perbatasan Kapuas Hulu.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *