Kubu Raya– Komandan Kodaeral XII, Laksamana Muda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR., diwakili Wakil Komandan Kodaeral XII, Laksamana Pertama TNI Fajar Rusdianto, menghadiri Rapat Teknis Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. Kegiatan berlangsung di Ruang Baseops Lanud Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis 06/08/2026.

Rapat teknis tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kementerian dan lembaga terkait, TNI-Polri, BMKG, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kabut asap akibat Karhutla yang diperkirakan meningkat seiring musim kemarau di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus mengedepankan upaya pencegahan melalui penguatan sinergi lintas sektor, optimalisasi deteksi dini, kesiapan sarana dan prasarana, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Ia juga berharap rapat teknis ini menghasilkan langkah-langkah operasional yang efektif dan mampu menjawab tantangan di lapangan.
Sementara itu, Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas melalui penguatan patroli terpadu, optimalisasi operasi darat dan udara, pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pengelolaan tata air lahan gambut, serta penegakan hukum secara konsisten terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Keikutsertaan Kodaeral XII dalam rapat teknis ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh instansi terkait dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla di Kalimantan Barat. Melalui koordinasi yang solid dan langkah-langkah terpadu, diharapkan ancaman kabut asap dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas wilayah tetap terjaga.
(Dispen Kodaeral XII)
Agus maharona












