Kajati Kalbar Klarifikasi Hibah Gedung Parkir Tegaskan Transparansi Dan Kepentingan Masyarakat

Pontianak- kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Emilwan Ridwan yang di dampingi Koordinator Hendri, S. H. MH,. Memberikan klarifikasi terkait pembangunan gedung parkir dan fasilitas penunjang pelayanan yang bersumber dari hibah pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Rabu 26/08/2026.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya penyampaian aspirasi masyarakat, dalam hal ini Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat yang berjumlah kurang lebih 300 orang dipimpin Korlap Gusti Edy pada rabu 26/08/26. Yang diterima secara langsung perwakilan sebanyak 10 orang oleh kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Kajati Kalbar dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pihak nya menghormati setiap aspirasi, kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari kehidupan berdemokrasi serta bentuk kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pemanfaatan fasilitas yang bersumber dari dukungan pemerintah daerah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menjelaskan bahwa permohonan bantuan sarana dan prasarana telah diajukan semenjak tahun 2023. Pengajuan tersebut didasarkan pada kebutuhan riil organisasi, khususnya untuk mendukung peningkatan pelayanan publik, penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan/klinik serta penataan area parkir yang lebih representatif.

Secara ketentuan, pemberian hibah kepada satuan kerja pemerintah pusat yang di wilayah kerjanya berada di daerah dimungkinkan sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut antara lain mengacu pada pasal 62 PP Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah serta ketentuan teknis dalam Permendagri Nomor 77 tahun 2020.

Kajati Kalbar juga menegaskan bahwa pengajuan tersebut bukan merupakan kebutuhan yang muncul secara tiba-tiba permohonan yang di ajukan sejak tahun 2023 baru dapat diakomodasi pada tahun anggaran 2026 setelah melalui tahapan dan proses administrasi sesuai ketentuan pemerintah provinsi Kalimantan Barat.

Terkait gedung parkir, Kajati Kalbar menjelaskan bahwa area bawah gedung dimanfaatkan sebagai fasilitas parkir, baik bagi pegawai maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan. Penataan tersebut dimaksudkan agar area parkir menjadi lebih tertib, aman, representatif dan memadai, sekaligus mengurangi penggunaan badan jalan maupun area pelayanan sebagai tempat parkir.

Namun demikian, pembangunan gedung tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan parkir. Bangunan secara keseluruhan juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tambahan ruang pelayanan publik serta fasilitas pelayanan kesehatan/klinik, termasuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi pegawai dan masyarakat serta kebutuhan pemeriksaan kesehatan dalam pelaksanaan tugas Kejaksaan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kepentingan masyarakat, transparansi dan kemanfaatan umum, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyatakan akan menyerahkan kembali hibah bangunan dimaksud kepada pemerintah provinsi Kalimantan Barat untuk melanjutkan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat yang membutuhkan, khususnya kebutuhan yang bersifat mendesak (urgent), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Kajati Kalbar untuk memastikan bahwa fasilitas yang di bangun melalui dukungan pemerintah provinsi Kalimantan dapat memberikan manfaat yang optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Kajati Kalbar juga menyampaikan aspirasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif. Setiap kritik, masukan dan aspirasi masyarakat akan menjadi bagian penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Setelah mendengar penjelasan dan klarifikasi dari kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, selanjutnya masyarakat yang bergabung dalam Barisan Pemuda Melayu Kalimantan Barat membubarkan diri dengan tertib dan aman.

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *