Tim Penyuluh Mabes TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla Di Kabupaten Sintang

Sintang — Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang terus diperkuat melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, akademisi, tokoh adat, dan masyarakat.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sintang yang digelar di Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.20 WIB tersebut menghadirkan Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI. Tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan Tim 1 dipimpin Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan Tim 2 dipimpin Brigadir Jenderal TNI Zamroni.

Sosialisasi turut dihadiri Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Kasiter Korem 121/Alambhana Wanawwai Kolonel Inf Neggy Kuntagina, Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wicaksono, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang Toni, serta perwakilan Yonif 642/Kps, Satbrimob Polda Kalbar, Kejaksaan Negeri Sintang, perusahaan, perguruan tinggi, tokoh adat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama saat musim kemarau.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergitas, kolaborasi, dan edukasi langsung kepada masyarakat. Kehadiran Tim Penyuluh dari Mabes TNI menjadi bukti nyata kepedulian dan komitmen TNI dalam membantu daerah mencegah dan menanggulangi Karhutla,” ujar Florensius.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen mendukung berbagai upaya pencegahan Karhutla serta mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kesempatan tersebut, Florensius turut memberikan apresiasi khusus kepada Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung yang pernah menjabat sebagai Dandim 1205/Sintang pada 2011–2012.

“Kehadiran beliau kembali ke Sintang dalam kapasitas sebagai Tim dari Mabes TNI tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami dan menjadi penyemangat untuk terus menjaga sinergi antara pemerintah daerah dan TNI,” katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dan penyuluhan mengenai pencegahan Karhutla yang disampaikan Ketua Tim Penanganan Karhutla Kabupaten Sintang, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung.

Dalam arahannya, Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Kabupaten Sintang, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama ketimbang penanganan pascakerusakan.

Menurutnya, dampak Karhutla sangat multidimensional, mulai dari ancaman kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga kelumpuhan ekonomi warga.

“Pencegahan harus menjadi prioritas. Setiap potensi titik api wajib segera dideteksi dan ditangani agar tidak meluas menjadi kebakaran besar,” tegas Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung.

Ia menginstruksikan seluruh personel kewilayahan, khususnya Babinsa, untuk memperketat patroli di kawasan rawan serta aktif mengedukasi masyarakat setempat agar tidak ada lagi pembersihan lahan dengan cara dibakar. Kesadaran warga dinilai menjadi kunci utama dalam memutus potensi timbulnya titik api.

Melalui sinergi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, respons cepat di lapangan diharapkan dapat berjalan optimal sehingga potensi Karhutla di Kabupaten Sintang dapat ditekan secara maksimal demi menjaga kesehatan serta lingkungan.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *