Sambas – Sejumlah titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Desa Mutus Darussalam, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Menindaklanjuti adanya titik api tersebut, gerak cepat Danramil 04/JawaiPeltu Suhadi langsung turun ke lapangan memimpin personelnya untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (01/09/26)
Sebelum menuju lokasi Danramil lakukan pengecekan anggota dan peralatan yang mau di gunakan, setibanya di lokasi, Danramil bersama anggota segera melakukan pengecekan dan memastikan titik api yang terdeteksi. Dengan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia, personel berjibaku memadamkan api serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencegah api kembali membesar dan meluas.
Danramil 04/Jawai Peltu Suhadi menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat dan terpadu, mengingat kondisi lahan yang kering dan angin yang dapat menyebabkan api dengan mudah menjalar ke area lainnya.
“Kami langsung turun setelah menerima informasi adanya titik hotspot. Api harus segera kita padamkan agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain melaksanakan pemadaman, personel juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Koramil 04/Jawai dalam membantu pemerintah daerah dan instansi terkait mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah Kecamatan Jawai.
Danramil juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Sinergitas antara TNI, pemerintah, aparat terkait dan masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah Karhutla semakin meluas.
Dengan gerak cepat dan kesiapsiagaan personel di lapangan, diharapkan titik api di Desa Mutus Darussalam dapat segera dikendalikan sehingga tidak mengganggu aktivitas maupun keselamatan masyarakat sekitar.
Agus maharona












