Sintang – Tim Penyuluh Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Adm Sutikno bersama anggota tim, Kapten Inf Nanang Cahyo Diono, menggelar sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla, khususnya dalam aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan pertanian. Masyarakat diajak untuk menerapkan pola bercocok tanam yang berkelanjutan tanpa harus merusak ekosistem melalui pembakaran lahan.
Dalam tatap muka yang dihadiri tokoh adat, petani lokal, dan aparat desa tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sebagai aset bersama. Pencegahan Karhutla dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat.
Dalam penyuluhan itu, masyarakat diperkenalkan dengan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), antara lain melalui teknik pengolahan tanah secara mekanis serta pemanfaatan sisa vegetasi untuk dijadikan bahan kompos atau pupuk organik.
Tim penyuluh juga mendorong masyarakat untuk tetap mempertahankan kearifan lokal dalam kegiatan berladang dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan pencegahan Karhutla. Berbagai langkah dapat dilakukan, seperti pembuatan sekat bakar secara mandiri serta pengawasan secara gotong royong sebelum dan selama kegiatan pembukaan lahan dilakukan.
Selain itu, masyarakat diberikan wawasan mengenai pengembangan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan tanpa menggunakan metode pembakaran lahan secara masif.
Perwakilan Tim Penyuluh Mabes TNI menyampaikan bahwa berbagai tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun pada dasarnya memiliki prinsip menjaga keseimbangan alam. Karena itu, TNI hadir untuk memperkuat nilai-nilai positif tersebut agar tetap dapat diterapkan dan sejalan dengan upaya serta ketentuan pencegahan Karhutla yang berlaku.
“Kearifan lokal yang sudah ada perlu kita jaga dan perkuat. Dengan pengelolaan lahan yang lebih terukur dan memperhatikan keselamatan lingkungan, kegiatan pertanian tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko kebakaran,” ujar perwakilan Tim Penyuluh Mabes TNI.
Masyarakat Kecamatan Ambalau menyambut baik kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI dan diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga wilayahnya dari ancaman Karhutla. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi maupun kejadian kebakaran di wilayah sekitar.
Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat desa, tokoh adat, dan masyarakat, diharapkan kegiatan pertanian di Kecamatan Ambalau dapat terus berkembang secara produktif dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi risiko terjadinya Karhutla.
pendim1205
Agus maharona












