Melawi – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Koramil 1205-01/Nanga Pinoh bersama personel gabungan lintas sektor. Patroli, pengecekan titik api, pemadaman, serta pencegahan dilakukan secara terpadu untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Melawi. Kamis 03/09/2026.
Kegiatan penanganan Karhutla tersebut dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, dengan menyasar sejumlah lokasi yang terdeteksi terdapat titik panas (hotspot/HS) di Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Nanga Pinoh, dan Kecamatan Pinoh Selatan.
Di wilayah Kecamatan Pinoh Utara, penanganan dilakukan di Desa Manding, Desa Sungai Raya, dan Desa Nanga Belimbing yang terdeteksi sebanyak 12 titik panas dengan luasan lahan terbakar sekitar 1,3 hektare.
Sementara di Kecamatan Nanga Pinoh, personel gabungan melakukan penanganan di Desa Nanga Kayan dan Desa Kebebu dengan total 25 titik panas dan luasan lahan terbakar sekitar 1,3 hektare.
Adapun di Kecamatan Pinoh Selatan, penanganan dilakukan di Desa Sungai Bakah, Desa Senempak, Desa Nyanggai, dan Desa Mandau Baru. Di wilayah tersebut terdapat enam titik panas dengan luasan lahan terbakar sekitar 1,5 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, Koramil 1205-01/Nanga Pinoh mengerahkan lima personel yang diperkuat tujuh personel BKO. Penanganan juga melibatkan tiga personel Polri, enam personel BPBD, tiga personel Manggala Agni, serta tiga orang masyarakat.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan, mengingat titik api tersebar di sejumlah lokasi dengan kondisi medan dan akses yang tidak semuanya mudah dijangkau.
Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan patroli pencegahan pada lahan yang berpotensi terbakar maupun dibakar. Di Kecamatan Pinoh Utara, patroli menyasar area tersebar dengan luasan sekitar 19,5 hektare, sedangkan di Kecamatan Nanga Pinoh mencakup sekitar 30 hektare. Sementara di Kecamatan Pinoh Selatan, patroli pencegahan dilakukan pada area sekitar 9,5 hektare.
Untuk mendukung mobilitas dan penanganan di lapangan, tim menggunakan satu unit Mitsubishi Strada, empat unit sepeda motor KLX/CRF, serta dua unit truk pemadam (blangwir).
Dari hasil pengecekan dan penanganan, sebagian besar lahan yang terbakar berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan kepulan asap di beberapa titik sebagai sisa proses pembakaran sehingga pemantauan dan pengecekan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Kondisi titik api yang tersebar serta adanya sejumlah lokasi yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Karena itu, koordinasi dan kerja sama antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BKO, serta masyarakat terus diperkuat agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Koramil 1205-01/Nanga Pinoh juga terus mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting karena pencegahan sejak dini menjadi langkah utama dalam menekan potensi meluasnya kebakaran.
Melalui patroli terpadu, pemadaman, pemantauan titik panas, dan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, jajaran Koramil 1205-01/Nanga Pinoh berkomitmen untuk terus berupaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan tetap menjadi prioritas.
pendim1205
Agus maharona












