Melawi – Tim Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI terus mendorong perubahan pola berladang di tengah masyarakat, khususnya dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya Karhutla. Kamis 03/09/2026.
Pesan tersebut disampaikan Tim Penyuluhan Mabes TNI saat melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, yang dipimpin oleh Kolonel Czi Hari Darmika.
Dalam kegiatan tersebut, pendekatan penyuluhan lebih diarahkan kepada para pemuda dan tokoh pemuda yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus dalam menerapkan pola berladang yang lebih ramah lingkungan.
Kolonel Czi Hari Darmika menekankan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan ketika api sudah muncul. Perubahan perilaku dan pola pengelolaan lahan perlu dipersiapkan sejak sekarang, terutama dengan membangun kesadaran generasi muda agar ke depan tidak lagi menjadikan pembakaran sebagai pilihan dalam membuka maupun mengelola lahan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya untuk mulai meninggalkan cara-cara berladang yang berpotensi menimbulkan kebakaran dan menggantinya dengan cara yang lebih aman serta berkelanjutan.
“Penyuluhan ini kami arahkan kepada para pemuda dan tokoh-tokoh pemuda karena merekalah yang nantinya akan meneruskan kegiatan berladang. Harapannya, ke depan pola berladang tidak lagi dilakukan dengan cara membakar, sehingga risiko terjadinya Karhutla dapat semakin ditekan,” ujar Kolonel Czi Hari Darmika.
Pendekatan kepada generasi muda dinilai penting karena perubahan pola berladang membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan. Kebiasaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun perlu secara bertahap diarahkan kepada pola pengelolaan lahan yang lebih aman, tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas pertanian.
Karena itu, para pemuda dan tokoh pemuda di Kecamatan Sokan diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak di lingkungannya. Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat, sehingga kesadaran pencegahan Karhutla tumbuh dari tingkat komunitas.
Tim Penyuluhan Mabes TNI juga memberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat. Pembukaan lahan dengan cara membakar memiliki risiko api sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca panas, angin kencang dan lahan dalam keadaan kering.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam jangka panjang. Dengan menempatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi, diharapkan perubahan pola berladang dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan baru yang lebih aman bagi lingkungan.
Melalui penyuluhan yang menyasar generasi muda dan tokoh pemuda, Tim Penyuluhan Mabes TNI berharap lahir kesadaran bersama bahwa menjaga lahan dari ancaman kebakaran bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Membangun kesadaran generasi muda hari ini menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan pola berladang yang lebih aman di masa depan, sekaligus mencegah Karhutla agar tidak terus berulang.
Agus maharona












