Sintang- Selain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit diare juga mengalami peningkatan di wilayah Kayan Hilir selama musim kemarau.
Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Sintang, Kolonel Arh Saptarendra P., S.T., M.M., di Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin (7/9/2026).
Diungkapkan Sapta, permasalahan kemarau panjang tidak saja berdampak terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan, namun juga terhadap kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
“Hari ini kita koordinasi dengan Puskesmas Kayan Hilir terkait penanganan dan antisipasi jika terjadi kebakaran lahan dan hutan,” ujar Sapta.
Namun, terdapat fakta di luar perkiraan, lanjutnya, yaitu terjadi peningkatan kasus diare.
“Dari penelusuran terdapat pasien, dimungkinkan diare yang diidap oleh anak-anak karena mereka bermain atau mandi di sungai. Selain kebiasaan, bisa jadi akibat di rumah penduduk tengah mengalami kekurangan air bersih,” terang lulusan Akmil 196 itu.
Lebih lanjut disampaikannya, dalam penanganan Karhutla, pihak Puskesmas juga melakukan tindakan preventif dengan membagikan masker kepada masyarakat.
“Termasuk juga membantu masyarakat yang terdampak akibat Karhutla. Namun memang di Puskesmas Kayan Hilir ini mengalami kendala ketika ada evakuasi, yaitu keterbatasan ambulans,” tandasnya.
Kunjungan ke Puskesmas Kayan Hilir dipimpin oleh Brigjen TNI Zamroni, didampingi Kolonel Kes Robi Mandolin, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Daniel, serta personel Satgas Yon TP 542 dari Kodam V/Brawijaya.
Senada dengan yang disampaikan Sapta, Kepala Puskesmas Kayan Hilir, Basilus, S.K.M., menyatakan menyambut baik kedatangan Satgas Karhutla TNI dan siap melakukan kolaborasi dalam mitigasi.
“Kita bisa menggerakkan penyuluh kesehatan bersama dengan Babinsa atau Bhabinkamtibmas, serta memberikan layanan kesehatan,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, jika ada kejadian dan evakuasi, pihaknya terkendala ambulans. Sehingga, ia berharap ke depan ada dukungan ambulans di Puskesmas Kayan Hilir.
“Ini kami harap bisa jadi prioritas, karena jumlah desa di Kayan Hilir mencapai 43 desa dan wilayahnya sangat luas,” ujarnya.
Terkait penyakit di musim kemarau, dr. Milenia Nandhita menyampaikan, selain ISPA akibat debu dan asap, terjadi peningkatan aduan kesehatan terkait diare.
“Untuk ISPA di sini masih dikategorikan ringan, dan terjadi peningkatan kasus diare,” ujar Milenia.
“Ini dimungkinkan ada cairan penyebab diare yang masuk ke dalam tubuh, bisa melalui kumur-kumur ataupun sikat gigi. Atau juga karena air bersih kurang, kemudian mandi di air sungai yang kualitasnya kurang bagus,” pungkasnya.
pendim1205
Agus maharona












