Satgas Karhutla Kecamatan Sokan Evaluasi Penanganan Karhutla Perkuat Masyarakat Peduli Api

Melawi – Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kecamatan Sokan menggelar rapat tindak lanjut dan evaluasi penanganan Karhutla sebagai upaya memperkuat sinergi serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (9/9/2026) di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi. Rapat diikuti unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tenaga kesehatan serta Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Sokan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sokan yang diwakili Akandinata, S.Pd., Kapolsek Sokan Iptu Noviyar Yunus, Danramil 1205-15 yang diwakili Serda Didik, S., Kepala Puskesmas Sokan yang diwakili M. Alfazrin, personel Polsek Sokan serta anggota Satpol PP Kecamatan Sokan.

Dalam rapat tersebut, Tim Satgas Karhutla Kecamatan Sokan membahas langkah tindak lanjut dan evaluasi penanganan Karhutla, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam melakukan pencegahan kebakaran sejak dini.

Salah satu hasil penting rapat adalah pembentukan Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa. Tim tersebut nantinya melibatkan Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, perangkat desa serta masyarakat setempat.

Kapolsek Sokan Iptu Noviyar Yunus menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya Karhutla. Melalui Masyarakat Peduli Api, diharapkan upaya deteksi dini, pencegahan dan penyampaian informasi terkait potensi kebakaran dapat dilakukan secara cepat.

“Bhabinkamtibmas, Babinsa bersama masyarakat peduli api di tingkat desa diharapkan aktif memberikan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan maupun hutan dengan cara membakar,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan mengingat kondisi cuaca yang berpotensi memasuki periode kemarau panjang. Kebakaran yang tidak terkendali dapat menimbulkan kabut asap tebal yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun kesehatan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Jangan membakar lahan dan jangan melakukan aktivitas yang dapat menjadi pemicu kebakaran. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *