Sambas – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, diperkuat melalui dialog langsung dengan pemerintah desa dan masyarakat. Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 T.A. 2026 Pokjar XVII menggali berbagai kendala sekaligus kebutuhan warga dalam menghadapi ancaman karhutla. Jumat 11/09/2026.
Kegiatan bertema Polri Hadir untuk Masyarakat” dan “Bersama Wujudkan Kalbar Aman dan Bebas Karhutla” digelar di Aula Kantor Camat Jawai, Rabu (9/9/2026). Kegiatan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, Polsek Jawai, Koramil 1208-04 Jawai, BKO Yonif TP 839, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sekitar 30 warga.

Dalam diskusi, masyarakat menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dalam tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif. Namun, cuaca panas, perubahan musim dan kekeringan masih menjadi faktor yang meningkatkan potensi kebakaran, terutama di wilayah dengan akses yang sulit.
Keterbatasan sarana pemadam menjadi salah satu persoalan utama. Selang yang tersedia hanya sekitar 100 meter, sementara lokasi kebakaran dapat berjarak 300 hingga 400 meter dari sumber air. Desa juga belum memiliki sumur bor sebagai sumber air alternatif, sedangkan akses sungai dan kanal kerap terkendala saat musim kemarau karena debit air menurun.

Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, sinergi antara Polri, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat pencegahan karhutla. Masukan yang disampaikan masyarakat, khususnya terkait sumber air, sarana pemadam dan akses menuju lokasi rawan, akan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung penanganan karhutla yang lebih cepat dan efektif.
“Pencegahan harus dilakukan bersama dan sedini mungkin. Masyarakat diharapkan tetap aktif melakukan pemantauan, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Dukungan sarana dan keberlanjutan program pencegahan juga penting agar kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga,”ujar Sadoko.

Kegiatan tersebut juga diisi penyerahan 10 paket sembako kepada masyarakat. Berbagai masukan yang dihimpun akan menjadi bahan laporan dan evaluasi, termasuk usulan penambahan selang pemadam hingga sekitar 500 meter, pembangunan sumur bor, penguatan mesin pompa, normalisasi saluran air, serta dukungan operasional dan keselamatan bagi kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.
Humas Polres Sambas
Agus maharona












