Sintang – Untuk mencari solusi alternatif pupuk ladang di tanah mineral, Satgas Karhutla TNI gandeng SMK Negeri Kayan Hilir jadikan Demplot sebagai laboratorium, Monbay Begununk, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar , Senin (14/9/2026).
Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra Prasada, ST, M.M., pada kesempatan ini mengungkapkan, bersama dengan kelompok Satgas Karhutla lainnya yaitu Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin serta Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Serta Burhannudin dan anggota Satgas BKO Yon TP 542/Kodam V Brawijaya serta Kanit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra Sucitra melaksanakan penyuluhan di SMK Negeri Kayan Hilir.
“Atas seijin dari dinas pendidikan Provinsi Kalbar, SMK Negeri Kayan Hilir memberikan kesempatan kepada Satgas Karhutla TNI untuk memberikan penyuluhan kepada 314 siswa dari 6 jurusan atau konsentrasi,”ujar Sapta.
Saat ini SMK Negeri Kayan Hilir memiliki 6 jurusan yaitu teknik pertanian, teknik komputer dan jaringan, teknik konstruksi dan bangunan, teknik produksi film, teknik otomotif serta manajemen perkantoran dan layanan bisnis
Tidak hanya tentang upaya pencegahan Karhutla, lanjutnya, Satgas juga mengajak para Siswa untuk jadi bagian solusi antisipasi Karhutla di wilayah Kayan Hilir.
“Yaitu dengan mencari alternatif pupuk organik yang bisa jadikan pengganti pupuk dari pembakaran pohon, baik melalui komposting, fermentasi maupun insinerasi,”ucapannya.
“Yaitu dengan memanfaatkan limbah yang ada seperti tandan kosong dan solid sawit, limbah rumah tangga, buah-buahan dan lain-lain yang tersedia di lingkungan”tambah lulusan Akmil 1996 itu.
Untuk lahan percobaanya, lanjut dia, yaitu dengan memanfaatkan Demplot yang di dorong oleh Satgas TNI yang kerjasama dengan Kepala Desa Monbay Begununk dan Penyuluh Pertanian Kayan Hilir sebagai laboratorium praktek siswa.
“Siswa juga didorong untuk berinovasi dan kreatif mengimplemtasikan teknologi terapan untuk atasi kesulitan masyarakat, teknologi pangan sederhana yaitu mengolah dan menambah nilai produk pangan supaya memiliki nilai ekonomi yang tinggi,”tegas Sapta.
Contohnya, lanjut dia, untuk antisipasi gagal jual buah durian yang membusuk maka tidak saja dibuat tempoyak tapi juga dibuat keripik melalui pengeringan dan oven.
“Demikian juga komoditi lainnya, karena banyak keluhan buah yang tidak terjual akibat kendala akses transportasi,”tandasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Kepala SMK Negeri Kayan Hilir Bidang Sarana Prasarana Hermawan Susanto, menyambut baik kedatangan Satgas Karhutla TNI di sekolahnya.
“Banyak informasi yang didapat dan memotivasi siswa SMK untuk mengimplementasikan hasil pembelajaran di sekolah”ujar Hermawan.
Terkait dengan pelibatan Demplot untuk mencari pupuk alternatif di ladang, lanjut dia, kami sangat tertarik dan akan kerjasama dan terlibat .
“Yaitu mengirim siswa SMK untuk mengelola dan berlatih, praktek di sana. Termasuk nanti akan mencoba praktek budidaya sayuran”ujarnya .
“Kemarin, produk siswa yang laku di masyarakat yaitu sayuran seledri. Pihak sekolah juga akan memanfaatkan Demplot sebagai tempat praktek siswa jurusan teknologi pertanian maupun yang lainnya,”pungkas Hermawan.
Agus maharona












