Kapuas Hulu – Kepedulian TNI terhadap kelestarian adat istiadat dan kearifan lokal terus diwujudkan melalui kedekatan Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Sertu Dedi Indrianto, Babinsa Koramil 1206-03/Batang Lupar, dengan melaksanakan anjangsana ke Rumah Panjang Desa Sungai Abau, Minggu (27/09/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan motivasi dan semangat kepada para pengrajin Tenun Sidan, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Dedi Indrianto berdialog langsung dengan para pengrajin mengenai proses pembuatan Tenun Sidan, mulai dari pengolahan bahan hingga menghasilkan kain tenun yang memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi.
Menurutnya, keberadaan Tenun Sidan bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas, adat istiadat serta kearifan lokal masyarakat Dayak yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Tenun Sidan merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai budaya tinggi. Saya mengajak para pengrajin untuk terus berkarya dan mewariskan keterampilan menenun kepada generasi muda, sehingga tradisi ini tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ucap Sertu Dedi.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengenal, mencintai dan melestarikan budaya daerah. Dengan adanya regenerasi pengrajin, diharapkan keterampilan menenun dapat terus berkembang sekaligus menjadi potensi unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Anjangsana tersebut menjadi salah satu bentuk nyata Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, di mana Babinsa tidak hanya hadir dalam kegiatan pembinaan teritorial, tetapi juga ikut berperan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat di wilayah binaannya.
Melalui pendekatan yang humanis dan komunikasi yang erat dengan masyarakat, Babinsa Batang Lupar terus mendorong agar Tenun Sidan tetap hidup, lestari dan dikenal oleh generasi penerus, sebagai salah satu kekayaan budaya Suku Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu.
“Merawat Tenun Sidan berarti merawat warisan leluhur, menjaga identitas budaya dan menyiapkan warisan berharga bagi generasi penerus.”
(Pendim1206/Psb)
Agus maharona












