Punya 15 Tutor tapi Tertutup Soal Anggaran, Ada Apa dengan Pengelolaan Kegiatan di PKBM Karya Sejahtera? ‎

‎‎Subang Jawabarat Penyelenggaraan kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karya Sejahtera kini tengah menjadi sorotan publik. Lembaga yang seharusnya berfokus pada misi sosial dan peningkatan mutu pendidikan masyarakat formal maupun non-formal tersebut mendadak diterpa isu miring terkait azas transparansi, terutama mengenai perhitungan untung dan rugi dari seluruh kegiatan operasional yang selama ini berjalan.

‎

‎Isu ini berembus setelah muncul dugaan bahwa pengelolaan program-program pendidikan di PKBM Karya Sejahtera lebih cenderung memprioritaskan kalkulasi keuntungan finansial ketimbang dampak edukatif bagi para pesertanya. Berbagai kegiatan yang menggunakan anggaran negara maupun swadaya masyarakat disinyalir tidak berjalan secara optimal akibat ketimpangan alokasi dana operasional.

‎

‎Guna menjaga perimbangan berita (cover both sides), tim awak media dari MetroLimaTV mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pengelola PKBM Karya Sejahtera untuk mengklarifikasi polemik hitung-hitungan untung-rugi tersebut. Namun, alih-alih memberikan jawaban terbuka atau rincian transparansi terkait jalannya kegiatan, pihak pengelola justru terkesan enggan memberikan penjelasan secara detail.

‎

‎Saat dikonfirmasi, pihak PKBM Karya Sejahtera malah melempar tanggung jawab konfirmasi dan mengarahkan media untuk berkoordinasi langsung dengan pihak Forum PKBM serta Dinas Pendidikan setempat.

‎”Silakan koordinasi saja langsung ke Ketua Forum atau ke Dinas,” ujar perwakilan pihak PKBM saat dikonfirmasi oleh awak media MetroLimaTV.

‎

‎Sikap enggan memberikan klarifikasi ini memicu tanda tanya besar dari masyarakat maupun wali murid. Ketidakjelasan transparansi ini kian menyita perhatian mengingat PKBM Karya Sejahtera ditopang oleh sumber daya manusia yang cukup besar, yakni memiliki setidaknya 15 orang tutor yang terdaftar aktif dalam mengajar.

‎

‎ Jumlah pengajar yang terbilang banyak tersebut dinilai memerlukan tata kelola finansial yang transparan dan akuntabel agar hak-hak tenaga pendidik serta peserta didik dapat terpenuhi secara adil.

‎Sikap tertutup dari pengelola lembaga ini kian menguatkan spekulasi publik mengenai adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran kegiatan di dalam internal PKBM. Hingga berita ini diturunkan, tim media MetroLimaTV masih mengupayakan konfirmasi susulan kepada Ketua Forum PKBM serta instansi Dinas Pendidikan terkait guna mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai polemik operasional dan transparansi anggaran di PKBM Karya Sejahtera.

(MULYADI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *