Pontianak – Komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali menjadi perhatian media. Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops), menerima sejumlah pertanyaan dari awak media terkait kondisi dan pengamanan perbatasan Indonesia–Malaysia, baik di sektor barat maupun sektor timur, Minggu (11/10/2026).
Keterangan tersebut disampaikan usai Danrem 121/Abw memberikan pernyataan resmi mengenai keberhasilan penggagalan penyelundupan narkotika di wilayah teritorial Korem 121/Abw. Kesempatan itu dimanfaatkan awak media untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai situasi keamanan perbatasan serta upaya yang dilakukan TNI dalam mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran di kawasan perbatasan.
Dalam sesi tanya jawab tersebut, perhatian media tertuju pada pentingnya pengawasan wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mencegah masuk dan keluarnya barang-barang ilegal, termasuk peredaran narkotika yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan generasi muda Indonesia.
Sebagai Dankolakops, Danrem 121/Abw memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perbatasan. Sinergi antar satuan dan koordinasi dengan instansi terkait menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas ilegal.
Keberhasilan penggagalan penyelundupan narkotika tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan perbatasan membutuhkan pengawasan yang berkelanjutan, kesiapsiagaan personel, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.
Melalui keterbukaan informasi kepada media, Korem 121/Abw turut menunjukan pentingnya komunikasi publik dalam menyampaikan perkembangan situasi keamanan perbatasan kepada masyarakat. Media memiliki peran strategis dalam memberikan informasi yang akurat sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Dengan komitmen dan sinergi yang kuat, upaya pengamanan perbatasan RI–Malaysia diharapkan terus berjalan optimal, sehingga wilayah perbatasan tidak menjadi celah bagi aktivitas para pelaku kegiatan ilegal dan tetap terjaga sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Agus maharona













