Sambas — Komandan Korem (Danrem) 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., menghadiri kegiatan Soft Launching dan Reaktivasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Telok Melano di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026).
Kehadiran Danrem 121/Abw menjadi bagian penting dalam momentum pengaktifan kembali jalur lintas batas darat yang menghubungkan masyarakat Indonesia, khususnya Desa Temajuk, dengan Kampung Telok Melano, Sarawak, Malaysia. Reaktivasi PLB ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas, keamanan, pariwisata, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan adat bepapas budaya Sambas, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 26 instansi terkait dari unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Sambas, Forkopimcam, serta berbagai instansi lainnya. Dari pihak Malaysia turut hadir sekitar 28 orang delegasi pemerintahan dan tokoh terkait dari Sarawak.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sambas, Septiza, S.T., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong langkah strategis pemerintah dalam mentransformasi kawasan perbatasan.
“Perbatasan tidak lagi hanya dipandang sebagai garis pembatas negara, tetapi harus ditransformasikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Ia berharap reaktivasi PLB Temajuk menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat sinergi bilateral Indonesia dan Malaysia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, serta mendorong peningkatan status dan kualitas infrastruktur di kawasan tersebut.
Sementara itu, Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., menjelaskan bahwa PLB Temajuk telah beroperasi sejak 2015. Namun, operasionalnya sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
“Pada hari ini kita bersama-sama menyaksikan PLB Desa Temajuk kembali diaktifkan secara resmi melalui soft launching dan reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano,” kata Bupati Sambas.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum atas pembangunan jalan di wilayah perbatasan yang menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan konektivitas kawasan.
Menurutnya, persiapan reaktivasi PLB telah melalui proses panjang, termasuk rangkaian rapat sosial ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) di Kuching dan Pontianak yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes. Dari rangkaian pembahasan tersebut, kedua pihak dinilai telah siap melaksanakan hasil kesepakatan yang telah ditetapkan.
Bupati Sambas juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang selama ini konsisten menjaga wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia sehingga situasi keamanan tetap aman dan kondusif.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., mengungkapkan kesannya saat pertama kali mengunjungi Desa Temajuk. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai pengalaman berharga sekaligus melihat secara langsung potensi besar yang dimiliki kawasan perbatasan.
“Desa Temajuk memiliki kekayaan alam yang indah dan luar biasa. Potensi ini akan jauh lebih berkembang apabila dikelola dengan baik, terutama di sektor pariwisata,” ungkapnya.
Menurutnya, soft launching dan reaktivasi PLB Temajuk merupakan momentum penting untuk mendorong perubahan wajah kawasan yang selama ini dikenal sebagai desa di ujung wilayah Indonesia menjadi beranda terdepan negara.
Dari pihak Malaysia, Datuk Bandar Dewan Bandaraya Kuching Utara (DBKU) sekaligus delegasi Sarawak, Malaysia, Dato Haji Hilmy bin Haji Othman, menyampaikan bahwa pembukaan kembali jalur Melano–Temajuk merupakan momentum yang telah lama dinantikan oleh kedua negara.
Ia berharap pembukaan jalur tersebut tidak hanya meningkatkan minat wisatawan, tetapi juga memperkuat.
Agus maharona












