Sintang – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla yang digelar Tim Penyuluhan Mabes TNI di Balairung Ambeg Paramartha, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan dipimpin Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan dihadiri Camat Sintang Fahri Hasani, Danramil 1205-07/Sintang Kapten Inf Ardiansyah, Kapolsek Sintang Kota Iptu Heru Woldi, Forkopimcam, para kepala desa/lurah, perwakilan perusahaan, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tamu undangan.
Camat Sintang dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla, antara lain dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan adanya titik api.
Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung mengatakan, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan kepedulian seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Selain berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan, kabut asap juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dan penyuluhan oleh Ketua Tim Penanganan Karhutla Kabupaten Sintang Kolonel Kal Suhardi. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah pencegahan, peningkatan kewaspadaan serta pentingnya koordinasi apabila terjadi kebakaran.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan komunikasi dan koordinasi antarunsur semakin baik sehingga potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Masyarakat juga diimbau untuk ikut menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Pendim1205
Agus maharona












