Sanggau – Dalam rangka menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap, masyarakat Muslim Kecamatan Sekayam bersama unsur TNI, Polri dan pemerintah kecamatan melaksanakan Sholat Istisqa secara berjamaah di Masjid Al-Ittihad, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis 03/09/2026.
Sholat Istisqa dipimpin oleh Ustadz Mustaqim sebagai imam, sedangkan Ustadz Santoso bertindak sebagai khatib. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 jamaah yang terdiri dari personel TNI-Polri, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Muslim Kecamatan Sekayam.
Turut hadir Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrahman Gindha Dradhizya, S.I.P., Danramil 1204-02/Sekayam Kapten Inf Jufri, Kapolsek Sekayam AKP Sutikno, S.H., M.I.P., Turut hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI Eri Nasuhi, Brigjen TNI Caniago, Kolonel Inf Marzuki, Kolonel Adm Her, Kolonel Mar Arif RH, Kolonel Mar Feri, Letkol Mar Hana Prasetiyaji serta anggota Koramil dan Polsek Sekayam, staf Kecamatan Sekayam, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Muslim Kecamatan Sekayam.
Dalam khutbahnya, Ustadz Mustaqim mengajak seluruh jamaah memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan sebagai pertolongan untuk membasahi lahan, khususnya lahan gambut, sehingga kebakaran dan Karhutla di wilayah Kecamatan Sekayam dapat segera dipadamkan.
Selain memohon turunnya hujan, jamaah juga diajak berdoa agar kabut asap segera berakhir sehingga kualitas udara kembali bersih, aktivitas masyarakat dan pendidikan anak-anak dapat berjalan normal serta dampak kesehatan akibat asap dapat berkurang.
Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrahman Gindha Dradhizya, S.I.P., menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama secara spiritual di tengah upaya penanganan Karhutla yang terus dilakukan di lapangan.
“Kita semua berharap melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga Karhutla dapat dipadamkan dan kabut asap segera berakhir. Namun, selain berdoa, kita juga harus terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla serta mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan,” ujar Dandim.
Dandim menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Mari kita jaga lingkungan bersama, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kepedulian dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya Karhutla,” tegasnya.»
Kegiatan Sholat Istisqa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi Karhutla sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dengan ikhtiar melalui doa, pencegahan dan penanganan di lapangan, diharapkan hujan segera turun, Karhutla dapat dikendalikan dan masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan udara yang bersih serta lingkungan yang aman.
Pendim 1204/Sanggau
Agus maharona












