Melawi– Personel Polsek Nanga Pinoh melakukan groundcheck titik api sekaligus penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah hukum Polsek Nanga Pinoh, Minggu 06/09/2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat kepolisian dalam memastikan keberadaan titik api, mencegah meluasnya kebakaran, serta meminimalisir dampak Karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.
Berdasarkan hasil groundcheck, ditemukan titik kebakaran di Desa Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare. Selanjutnya, titik api ditemukan di Desa Labai Mandiri Kecamatan Nanga Pinoh dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare.
Petugas juga melakukan pengecekan di wilayah Desa Pelinggang Kecamatan Pinoh Selatan, dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare, serta Desa Bayur Raya Kecamatan Pinoh Selatan dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare.
Sementara itu, di Desa Kompas Raya Kecamatan Pinoh Utara, petugas menemukan lahan terbakar dengan luas sekitar 1 hektare.
Dengan demikian, total lahan yang terdata terbakar dalam kegiatan groundcheck tersebut diperkirakan mencapai ±8 hektare, seluruhnya merupakan lahan dengan jenis tanah mineral.
Personel di lapangan langsung melakukan upaya pemadaman api menggunakan peralatan yang tersedia. Selain itu, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat api dapat dengan mudah meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K. menegaskan bahwa jajaran Polres Melawi terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Melawi.
“Personel kami terus melakukan pemantauan dan groundcheck terhadap titik-titik api yang terdeteksi maupun yang dilaporkan masyarakat. Setiap informasi akan ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya lokasi lahan yang terbakar cukup jauh dari permukiman, akses menuju lokasi yang sulit karena kondisi jalan tanah dan medan berbukit, keterbatasan peralatan pemadaman, serta minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Meski menghadapi berbagai kendala, personel tetap berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia guna mencegah api semakin meluas.
Kapolres Melawi juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Kegiatan groundcheck dan penanganan Karhutla tersebut juga dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Melawi.
Agus maharona












