Dandim 1210/Landak Hadiri Rakor Pemerintah Perkuat Sinergi Hadapi Puncak Karhutla 2026

Landak – Dalam upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi puncak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Landak, serta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Kegiatan berlangsung di Aula Rapat Kantor Bupati Landak pada pukul 10.00 WIB.

Rakor tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi seluruh pihak dalam upaya pencegahan, penanggulangan, serta penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Landak. Selasa 07/09/2026.

Dalam rakor, pemerintah daerah bersama Forkopimda, perusahaan pemegang HGU dan PBPH membahas kesiapan menghadapi potensi peningkatan Karhutla, termasuk penguatan deteksi dini, kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman, patroli di wilayah rawan, serta percepatan penanganan apabila ditemukan titik api.

Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan dan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Menghadapi puncak Karhutla, kita harus memperkuat kesiapsiagaan dan bergerak cepat.

Koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri, perusahaan pemegang HGU dan PBPH harus terus ditingkatkan, terutama dalam deteksi dini dan penanganan di lapangan,” tegas Letkol Inf Doni Prasetyo.

Ia juga mengajak seluruh perusahaan yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Landak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi Karhutla.

Melalui rakor tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla sehingga dapat meminimalkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan ekonomi di Kabupaten Landak.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *