Singkawang – Meski api telah berhasil dipadamkan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belum sepenuhnya berakhir. Babinsa Koramil 1202-03/Singkawang Tengah dan Tim gabungan kembali melakukan pengecekan dan pendinginan sejumlah titik hotspot di Kelurahan Setapuk Kecil dan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. Senin (14/09/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan personel Koramil 1202-03/Singkawang Tengah, Satgas BKO Yonif TP 839/SA, Polri, Manggala Agni, Brigif 19/Khatulistiwa, Yonif 645/Gty, Yonif 641/Bru, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Di Kelurahan Setapuk Kecil, pendinginan dilakukan pada dua titik dengan luas lahan terdampak sekitar satu hektare. Sementara di Kelurahan Sungai Rasau, dua titik lainnya ditangani pada lahan sekitar 0,5 hektare.
Petugas mengerahkan sejumlah mesin pompa air dan unit pemadam untuk memastikan bara yang tersisa di dalam lahan gambut benar-benar padam. Hingga sore ini kondisi dinyatakan aman dan terkendali, meski asap masih muncul di sejumlah bagian lahan.
Kondisi tanah gambut, semak belukar, kayu dan pepohonan yang kering akibat kemarau panjang diduga menjadi faktor yang membuat api dari titik hotspot sebelumnya kembali menyala.
Danramil 1202-03/Singkawang Tengah, Kapten Inf Pendi Hutagalung, menegaskan bahwa pendinginan menjadi langkah penting untuk mencegah api kembali muncul.
“Api yang terlihat padam belum tentu bara di dalam gambut benar-benar mati. Karena itu, kami terus melakukan pendinginan dan monitoring sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
Selain pemadaman dan pendinginan, tim juga melakukan patroli, ground check hotspot, koordinasi lintas instansi serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Diharapkan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat tetap terjaga, sehingga setiap kemunculan titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (Pendim 1202/Skw)
Agus maharona












