Danrem 121/Abw Berikan Bintal Fungsi Komando Tekankan Prajurit Selalu Bersyukur

Sintang – Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., memberikan pembinaan kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 121/Abw. Dalam kesempatan tersebut, Danrem 121 menyampaikan pembinaan mental spiritual (Bintal) guna memperkuat kesiapan dan kekompakan satuan di tengah kondisi alam yang sedang dilanda kemarau.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Kasi Korem 121/Abw, para Dan/Ka Balak Aju Korem 121/Abw, serta para Ka Balak Rem dan seluruh anggota yang beragama muslim, bertempat di Masjid Darul Muttaqin Korem 121/Abw, Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026).

Dalam arahannya, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mengingatkan seluruh prajurit untuk senantiasa menjaga kesadaran diri sebagai prajurit TNI yang beriman dan bertakwa.

“Pembinaan mental spiritual adalah fondasi utama agar kita tetap teguh memegang teguh sumpah prajurit dan Sapta Marga di manapun berada dan dalam keadaan apapun, kita harus menjaga kebersihan hati dan pikiran agar tetap fokus melaksanakan tugas,” ujar Danrem 121.

Lebih lanjut, Danrem 121/Abw juga menekankan pentingnya pelaksanaan fungsi komando secara berjenjang dan konsisten. Setiap pemimpin harus menjadi teladan, membina, mengarahkan, dan mengawasi bawahannya agar seluruh rangkaian kegiatan satuan berjalan tertib, teratur, dan sesuai ketentuan. Disiplin dan kepatuhan terhadap perintah adalah kunci keberhasilan tugas pokok maupun tugas sehari-hari.

Di tengah cuaca kemarau yang cukup terik dan membawa berbagai tantangan, Danrem 121/Abw menyampaikan pesan yang menyentuh hati:

“Saat ini kita sedang dilanda musim kemarau. Panas terik dan kekeringan mungkin terasa berat, namun jangan jadikan itu alasan untuk mengeluh. Sebaliknya, perbanyaklah bersyukur karena sampai saat ini masih diberi kesehatan, masih diberi kekuatan untuk berdiri tegak menjaga kedaulatan negara, dan masih diberi kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan tanah air.”

Danrem 121/Abw menambahkan, rasa syukur akan melahirkan ketabahan dan semangat yang tak pernah padam. “Bersyukur membuat hati kita tetap sejuk meski matahari membakar kulit. Bersyukur membuat semangat pengabdian kita tak pernah layu walau cuaca tak bersahabat. Ingatlah, kemarau pun akan berlalu, namun iman, disiplin, dan semangat pengabdian kita harus tetap abadi sepanjang masa,” tegasnya.

Arahan tersebut disambut baik dan dipahami oleh seluruh prajurit yang hadir. Seluruh prajurit menyatakan akan senantiasa menjaga kesetiaan, meningkatkan disiplin, melaksanakan fungsi komando dengan baik, dan selalu menanamkan rasa syukur dalam setiap langkah pengabdian, dalam kondisi baik maupun dalam kondisi sulit sekalipun.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *