Babinsa Embaloh Hulu Kunjungi Pengrajin Tenun Dayak Dorong Pelestarian Warisan Budaya Lokal

Kapuas Hulu – Kepedulian terhadap kelestarian budaya daerah terus diwujudkan oleh Babinsa jajaran Kodim 1206/Putussibau. Kali ini, Kopda Desta selaku Babinsa Embaloh Hulu melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) secara langsung dengan Ibu Vera, salah satu pengrajin Tenun Dayak di Desa Rantau Prapat, Sabtu (22/08/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus melihat secara langsung aktivitas pengrajin dalam mempertahankan kerajinan tenun Dayak yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kopda Desta berdialog dengan Ibu Vera mengenai proses pembuatan kain tenun, mulai dari persiapan bahan, proses menenun hingga menghasilkan karya yang memiliki motif dan ciri khas budaya Dayak.

Menurut Kopda Desta, keberadaan para pengrajin tenun merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi muda.

“Tenun Dayak bukan hanya sebuah kerajinan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang memiliki nilai dan cerita di setiap motifnya. Kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikannya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Kopda Desta.

Ia juga mengapresiasi ketekunan Ibu Vera yang tetap menjalankan aktivitas menenun sekaligus mempertahankan keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Komsos tersebut berlangsung penuh keakraban. Selain menjadi sarana mempererat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan TNI terhadap pelaku UMKM dan pengrajin lokal yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

Kopda Desta berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mempelajari seni tenun Dayak sehingga keterampilan tersebut dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai dan karakter budaya aslinya.

“Semoga kerajinan tenun Dayak semakin dikenal luas, tidak hanya di Kapuas Hulu, tetapi juga hingga ke tingkat nasional. Kita ingin budaya lokal tetap hidup, berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat,” tambahnya.
(Pendim1206/Psb)

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *