Ketapang– Dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Ketapang melalui personelnya terus mengintensifkan kegiatan penyuluhan, sambang, sosialisasi, dan patroli dialogis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Ketapang-Siduk KM 32, Desa Sei Putri, Kabupaten Ketapang, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan dipimpin oleh sejumlah personel yang melaksanakan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat sekaligus membagikan leaflet berisi imbauan pencegahan Karhutla. Sebanyak 20 orang masyarakat menjadi sasaran kegiatan dan diberikan pemahaman mengenai bahaya serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain dapat menyebabkan api meluas, Karhutla juga dapat menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan, merusak lingkungan, serta menghambat aktivitas dan perekonomian masyarakat.
Di tengah kegiatan penyuluhan, personel menemukan adanya api yang masih menyala pada lahan di sekitar lokasi. Dengan sigap, personel Polres Ketapang bersama masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api menjalar ke area lainnya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., mengatakan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga dengan membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kapolres.
Polres Ketapang akan terus meningkatkan patroli, penyuluhan, serta respons cepat terhadap setiap informasi mengenai Karhutla. Hingga kegiatan berakhir, personel bersama masyarakat masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan terhadap api yang belum sepenuhnya padam guna memastikan api tidak kembali membesar dan meluas.
Agus maharona












