Upaya Tim Satgas TNI penyuluhan Karhutla Penyuluhan Bersama Warga Saat Khotbah Sholat Jumat Bersama Warga

Sintang— Selain koordinasi dengan aparat kecamatan maupun desa, dalam rangka mitigasi Karhutla maka Satgas TNI juga masukan materi penyuluhan dalam Khutbah Shalat Jumat di Desa Nanga Mau, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Jumat (5/9/2026)

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pemgendalian Karhutla Satgas TNI wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra P, ST,MM , menyampaikan bahwa, kegiatan penyuluhan Satgas TNI dalam dalam rangka mitigasi Karhutla tidak saja dilakukan melalui koordomasi dengan aparat, tokoh adat maupun kunjungan ke rumah warga.

“Kita lakulan juga melalui kegiatan keagamaan baik di masjid maupun gereja. Ini dalam rangka menumbuhkan kesadaran kita semua untuk menjaga kelestarian alam,”ujar mantan Kepala Labrotorium Dislitbangad itu.

Kali ini, lanjutnya, Kolonel Laut Chumaedi bertindak sebagai imam dan khatib shalat jumat.

“Kebetulan yang bersangkutan berlatar belakang dinas di Pusbintal TNI dan telah koordinasi juga dengan Ketua DKM Masjid Attaqwa..Bapak Yusnan,”terang Sapta.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Chumaidi sampaikan
tentang pentingnya mengenai tanggung jawab umat Islam dalam merawat lingkungan hidup.

“Bencana Karhutla beserta kabut asap yang kerap melanda wilayah Kalimantan harus dijadikan momentum muhasabah atau instrospeksi diri secara mendalam.Kerusakan lingkungan sejatinya terjadi karena kelalaian dan perbuatan tangan manusia itu sendiri. Musibah ini harus menjadi pengingat bagi kita untuk memperbaiki diri, bertobat, dan kembali kepada Allah,” ujar Chumaidi dihadapan puluhan Jamaah.

Dalam khutbahnya, ia ingatkan menjaga lingkungan merupakan bagian mutlak dari keimanan.

“Ajaran Islam secara tegas melarang manusia melakukan perusakan di muka bumi. Menjaga kelestarian hutan, lahan, sungai, dan udara bersih adalah bentuk amanah serta tanggung jawab hamba kepada Sang Pencipta. Tindakan penyebab Karhutla bertentangan dengan prinsip dasar hukum Islam, yaitu kaidah _“la dharar wa la dhirar”_ yang artinya tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun memberikan mudarat kepada orang lain demi mencari keuntungan sepihak,” tegas dia.

Untuk itu, lanjutnya,
Menghadapi ancaman Karhutla yang berulang, pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Penanggulangan bencana ini bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, petugas pemadam, tokoh agama, hingga dunia usaha,”pungkas Chumaidi

Selain Kol Arh Saptarendra dan Kol Kes Robbi Mandolin, hadir juga Kanit Intel Polsek Kayan Hilir Aiptu Indra.

 

 

Agus maharona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *